Sempat Diatas 90 Persen, BOR di Jakarta Kini Hanya 15 Persen

Ilustrasi Tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy) di sejumlah RS di seluruh Indonesia sudah rata-rata 60 persen, bahkan wilayah DKI Jakarta dan Bandung mencapai 80 persen, sementara lonjakan kasus Covid-19 terus terjadi dan nakes termasuk dokter kelelahan dan sudah 503 orang gugur.

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan tingkat okupansi atau keterisian tempat tidur (BOR) perawatan pasien COVID-19 di 140 rumah sakit rujukan di Ibu Kota turun menjadi 15 persen.

Ahmad Riza Patria mengatakan sebelumnya pada periode Juni-Juli 2021 sempat di atas  persen. “Angka keterisian BOR turun lagi menjadi 15 persen dari 8.189 tempat tidur hanya terisi 1.211 tempat tidur atau 15 persen,” katanya, di Jakarta, Kamis.

Selain BOR yang turun, keterisian tempat tidur ruang perawatan intensif (ICU) RS di Jakarta juga turun menjadi 31 persen dengan keterisian mencapai 414 tempat tidur dari total 1.349 tempat tidur yang disiapkan.

Penurunan tempat tidur untuk perawatan pasien COVID-19 tersebut seiring melandainya kasus positif dan aktif di Jakarta.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI yang diunggah melalui laman corona.jakarta.go.id, per Rabu (1/9) penambahan kasus positif COVID-19 rata-rata di bawah 1.000 kasus dengan penambahan mencapai 673 kasus sehingga total akumulasi menjadi 851.256 kasus.

Sedangkan kasus aktif yakni yang dirawat dan menjalani isolasi berkurang 435 orang sehingga menjadi 6.661 orang.

Meski terjadi penurunan kasus, Riza meminta masyarakat untuk tidak euforia namun tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Sekalipun kami sudah masuk beberapa pekan zona hijau namun kita tetap waspada jangan kendor, jangan euforia, jangan berlebihan tempat terbaik, tetap berada di rumah, jangan ada kerumunan,” katanya.