Tolak Vaksinasi Covid-19, Korut Minta Jatah Vaksin Dihibahkan untuk Negara Lain

Vaksin Nusantara yang digagas mantan Menkes Agus Putranto, diteliti oleh RS dr. Karyadi, Undip, UNS dan UGM dan digarap PT REMS sedang dalam uji klinis tahap I. Vaksin diklaim, bisa menciptakan antibodi seumur hidup terhadap Covid-19.

KORUT – Juru Bicara badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), UNICEF, mengatakan Korea Utara telah menolak melakukan vaksinasi corona di negaranya.

Korut bahkan meminta sekitar 3 juta dosis vaksin COVID-19 buatan China yang dialokasikan untuk negara itu dikirim ke negara-negara yang mengalami wabah parah.

“Kementerian Kesehatan Masyarakat Korea Utara meminta agar 2,97 juta dosis yang ditawarkan COVAX kepada negara itu bisa dialihkan ke negara-negara yang terimbas parah mengingat pasokan global vaksin COVID-19 yang terbatas dan lonjakan kasus yang berulang di beberapa negara,” kata juru bicara UNICEF, dilansir  VOA.

COVID-19 Vaccine Global Access (COVAX) adalah program distribusi vaksin internasional yang menarget negara-negara berpenghasilan rendah. UNICEF menerima dan mendistribusi vaksin untuk program tersebut.

Korea Utara belum melaporkan kasus COVID-19 sejak pandemi dimulai pada akhir Desember 2019. Dalam laporan terbarunya kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Korea Utara mengatakan telah melakukan tes COVID-19 pada 37.291 orang pada 19 Agustus. Hasilnya, semua negatif.

Meskipun ada skeptisisme yang luas atas angka itu, Korea Utara telah menerapkan langkah-langkah penanganan antivirus yang ketat seperti pembatasan perjalanan domestik dan penutupan perbatasan.