Varian MU Mulai Menyebar

lLustrasi: Keluarga menyaksikan dari jauh pemakaman kerabat dengan prokes Covid-19. Walau tren penyebaran Covid-19 sudah turun, tetap waspada, karena varian baru virus masih bermunculan.

VARIAN baru virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dilaporkan oleh  Badan Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyebar ke sekitar 40 negara di Amerika Latin, Eropa dan juga Asia walau sejauh ini di Indonesia belum terdeteksi.

Varian MU dengan kode B.1.621 yang menurut WHO diklasifikasikan sebagai Varian of Interest (varian yang perlu diteliti), menurut harian the Guardian (3/9) pertama kali teridentifikasi di Kolombia pada Januari 2021 sebelum menyebar ke 40-an negara lainnya.

Yang juga harus diwaspadai, varian MU yang merupakan keluarga virus corona dikenal  kebal atau potensial memiliki kemampuan lolos dari  sistem perlindungan kekebalan tubuh yang dibentuk vaksin Covid-19.

Selain negara-negara di Amerika Selatan, Inggris, Eropa, Amerika Serikat, sejumlah negara di Asia seperti Hong Kong, Jepang dan Korea Selatan dilaporkan juga sudah mulai terserang varian MU  walau kasus-kasusnya masih bisa dihitung dengan jari

Public Guard England (PHE) melaporkan, dari hampir 220 juta kasus infeksi global Covid-19 (3/9), tercatat  korban terpapar varian virus MU hanya satu persen atau sekitar 2,2 juta-an kasus sehingga belum begitu mencemaskan dibanding varian Alpha (B.117 asal Inggeris dan Delta (B1.617asal India).

Berdasarkan pantauan PHE, varian MU belum menimbulkan kekhawatiran seperti Alpha dan Delta yang digolongkan varian serius (Variant of Concern), namun setidaknya sama resistennya dengan  varian Beta asal Afrika Selatan (B1.351) terhadap imunitas tubuh yang muncul akibat vaksinasi.

Sedangkan Menteri PPN/Ketua Bappenas Suharso Monoarfa membenarkan, varian MU sudah menyebar di Jepang, Hong Kong dan Korea Selatan, sedangkan di Hong Kong, kasus pertama varian MU ditemukan pada Januari lalu.

Suharso dalam paparannya menyebutkan, potensi gelombang ketiga serangan Covid-19 di Indonesia bisa saja terjadi, namun, pemerintah berharap hal itu bisa diantisipasi jika masyarakat patuh menjalani protokol kesehatan.

Perang yang melelahkan terhadap Covid-19 belum usai, Indonesia bisa saja bakal menghadapai gserangan berikutnya jika momen penurunan penyebaran Covid-19 saat ini tidak bisa dijjaga bersama.