Guinea: Kudeta Demi Menyelamatkan Negara

Berdalih demi menyelamatkan negara, AD Guinea, negeri di Afrika Barat, mengudeta Presiden Alpha Conde yang sudah berkuasa lebih satu dasawarsa.

BERDALIH demi menyelamatkan negara, AD  Guinea, negeri berpenduduk sekitar 11 juta jiwa di Afrika Barat  menggulingkan Presiden Alpha Conde yang sudah berkuasa satu dasawarsa dan membubarkan pemerintahnya, Minggu (5/9) waktu setempat.

Dalam video yang ditayangkan oleh kelompok pemberontak pimpinan Kolonel AD Mamadi Doumbuya, tampak presiden terguling, Conde (83) dengan wajah lelah dan kusut masai berada di tahanan militer di ibukota, Conakri.

“Tugas tentara adalah menyelamatkan negara, “ kata Mamadi seraya menambahkan, pemerintah telah dibubarkan, konstitusi dinyatakan  tidak syah dan perbatasan sementara ditutup.

Sebelumnya terjadi baku tembak antara pasukan pemberontak dan pasukan yang setiap pada Conde, namun akhirnya perlawanan pengikut Conde berhasil dipatahkan.

Dari Stasiun Pusat TV Negara, Kol. Doumbuya diapit sejumlah pengawal menyatakan padaa bangsanya, pemerintah sudah dibubarkan, konstitusi tidak berlaku lagi dan tapal batas sementara ditutup.

“Kami tidak akan mempercayakan lagi panggung politik kepada satu orang, tetap hanya  pada rakyat,” kata Doumbouya tanpa menyebut-nyebut nama dan nasib mantan Presiden Conde ke depannya.

Namun di tempat terpisah, Doumbuya mengonfirmasi melalui televisi France 24 bahwa Conde berada di “tempat aman” dan kondisi kesehatannya telah diperiksa dokter.

Seorang mantan diplomat AS di Conakry yang tidk bersedia disebut namanya kepada AFP juga membenarkan bahwa presiden Guinea ditahan oleh para pengkudeta

Conde yang berkuasa selama lebih dari satu dekade anjlok popularitasnya dengan drastis sejak ia berusaha melanggengkan jabatannya yang ketiga tahun lalu dan mengklaim pembatasan dua periode masa jabatan presiden tidak berlaku untuknya.

Tidak diketahui seberapa  jauh kekuatan pendukung Conde di kalangan militer untuk mengembaikan lagi kedudukannya, namun Doumbouya menyerukan tentara agar kembali ke barak dan mendukung aksi kudeta yang dilancarkannya demi kepentingan bangsa dan negara.

Doumbuya menyebutkan lambannya pertumbuhan ekonomi Guinea sejak merdeka dari tangan Perancis pada 1958 dan kini tiba saatnya untuk memacu ketertinggalan ekonomi negaranya. “In saatnya  kita bangkit,” tandasnya.

Conde yang memenangi pilpres pada 2010 nyaris tewas dalam suatu upaya komplotan pembunuhan terhadap dirinya pada 2011 oleh sekelompok orang bersenjata yang menyerbu dan menghujani istananya dengan roket.

Jalan kekerasan masih dilakukan sampai hari ini di sejumlah negara dalam perebutan kekuasaan. (AFP/Reuters/ns)