Enam Tahanan Palestina Melarikan Diri dari Penjara Israel

Ilustrasi: Penjara di Israel/BBC

TEPI BARAT – Enam tahanan Palestina  melarikan diri pada Minggu (5/9/2021) malam dari penjara Israel dengan pengamanan yang ketat

Radio Tentara Israel mengatakan para tahanan melarikan diri melalui terowongan dari penjara Gilboa, yang seharusnya menjadi salah satu fasilitas paling aman di Israel. Mereka yang melarikan diri itu dilaporkan menerima bantuan dari luar.

Dilansir Anadolu, Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, menyebutnya sebagai “insiden serius” yang membutuhkan upaya maksimal dari berbagai cabang keamanan Israel.

Ia mengatakan ia terus memantau perkembangan kasus pembobolan penjara itu, yang terjadi hanya beberapa jam sebelum Israel memperingati Tahun Baru Yahudi. Pihak berwenang tampaknya meyakini bahwa para tahanan yang melarikan diri bukan merupakan ancaman bagi masyarakat umum sehingga tidak ada instruksi bagi orang-orang untuk mengubah rutinitas mereka.

Klub Tahanan Palestina, sebuah organisasi yang mewakili bekas tahanan dan tahanan Palestina saat ini, mengidentifikasi para pelarian itu berusia antara 26 hingga 49 tahun.

Mereka termasuk Zakaria Zubeidi, 46, yang telah ditahan sejak 2019. Zubeidi adalah pemimpin Brigade Martir Al Aqsa, yang berafiliasi dengan gerakan Fatah, selama pemberontakan Palestina kedua lebih dari 20 tahun yang lalu.

Kelompok-kelompok militan Palestina dengan cepat memuji pembobolan penjara itu. ”Ini adalah tindakan heroik yang hebat, yang akan menyebabkan guncangan hebat pada sistem keamanan Israel dan akan menjadi pukulan telak bagi tentara dan seluruh sistem di Israel,” kata Daoud Shehab, juru bicara Jihad Islam.

Juru bicara Hamas Fawzi Barhoum  mengatakan, peristiwa itu menunjukkan “bahwa perjuangan untuk membebaskan diri dari penjajah terus berlanjut dan meluas, di dalam dan luar penjara.”