7 dari 10 Anak Indonesia Jarang Belajar Sejak Wabah Covid-19 Melanda

Anak-anak belajar tatap muka. Foto: Anadolu

JAKARTA – Selama Covid banyak anak-anak yang tidak belajar. Berdasarkan riset dari Save The Children, sebuah organisasi pembela hak anak 7 dari 10 anak jarang belajar sejak wabah melanda.

“Sebanyak 7 dari 10 anak di Indonesia jarang belajar atau hanya sedikit belajar selama melakukan pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi Covid-19,” ujar Selina Patta Sumbung, CEO Save the Children Indonesia, Rabu (8/9/2021) di Jakarta.

Dikatakannya, upaya pemerintah melalui subsidi kuota internet dan pembelajaran lewat televisi tidak menjawab sepenuhnya tantangan dan permasalahan pembelajaran jarak jauh.

Menurut dia hal ini disebabkan terbatasnya ketersediaan materi belajar, terbatasnya kuota internet, tidak mempunyai gawai, bahkan demotivasi karena sulit memahami pekerjaan rumah dan tidak mendapat bimbingan guru.

“Anak-anak Indonesia menghadapi kesulitan dalam belajar daring, motivasi belajar menjadi menurun dan ini bisa berpengaruh pada kemampuan literasi dan numerasi anak,” ujar dia.

Dikutip dari Anadolu, pada beberapa wilayah, kata Selina anak–anak terancam putus sekolah karena anak harus bekerja dan atau menikah dini.