Pasca Pembobolan Penjara, Israel Hukum Tahanan Palestina Secara Kolektif

Ilustrasi: Penjara di Israel/BBC

ISRAEL – Israel mengeluarkan keputusan hukuman kolektif  terhadap tahanan Palestina setelaha danya pembobolan penjara keamanan pekan lalu, dan membuat sejumlah tahanan melarikan diri.

Pekan lalu, enam tahanan Palestina menggali terowongan keluar dari penjara Gilboa di utara Israel, dalam pembobolan penjara yang dipuji oleh warga Palestina sebagai “kemenangan besar”.

Lima dari tahanan yang melarikan diri adalah anggota gerakan Jihad Islam, sedangkan orang keenam adalah anggota gerakan Fatah, yang semuanya tengah menjalani hukuman seumur hidup.

Hal tersebut membuat otoritas Israel memisahkan tahanan gerakan Jihad Islam di tahanan lain untuk mencegah mereka bertemu satu sama lain.

Pasukan Israel menangkap kembali empat tahanan yang melarikan diri pada Jumat dan Sabtu, di tengah laporan pelanggaran berupa kekerasan terhadap mereka.

Otoritas Israel juga mencegah mereka bertemu dengan pengacara dan anggota keluarga mereka, dan menjerat mereka dengan tuduhan baru.

Pada Minggu, Masyarakat Tahanan Palestina mengatakan bahwa otoritas Israel bertanggung jawab penuh atas “setiap kerugian yang diderita oleh empat tahanan yang ditangkap.”

Pernyataan itu disampaikan LSM tersebut setelah ada kabar Zakaria Zubeidi, salah satu tahanan yang ditangkap kembali, dibawa ke rumah sakit untuk dirawat, demikian dilaporkan Anadolu.