Covid-19: Awas Serangan Gelombang 3!

Tren penyebaran Covid-19 kini terus menurun, namun potensi serangan gelombang 3 seperti terjadi di negara-negara lain perlu diantisipasi dan diwaspadai. Vaksinasi harus terus dikebut, begitu pula pelacakan kontak erat (tracing) dan testing.

BELUM tercapainya kekebalan komunitas (herd immunity) dari target program vaksinasi dan kemungkinan munculnya varian baru dan euforia pelonggaran prokes 5M berpotensi memicu gelombang 3 serangan Covid-19 yang saat ini penyebarannya cenderung terus turun.

Kemungkinannya, kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, mengacu dari pola penyebaran penyakit akibat virus corona SARS-CoV-2 itu yang terjadi di sejumlah negara.

Puncak gelombang pertama pandemi Covid-19 dunia terjadi pada Januari 2021, puncak kedua pada April 2021 dan puncak ketiga antara Agustus dan September 2021, sedangkan Indonesia baru mengalami dua gelombang pandemi.

“Kita harus waspada dan tetap berdisiplin mematuhi protokol kesehatan agar tidak menyusul terjadinya lonjakan pada serangan gelombang ketiga dalam beberapa bulan ke depan atau ancer-ancernya akan terjadi bulan Desember,” kata Wiku.

Menurut catatan, tren penyebaran Covid-19 sudah jauh turun, pada 19/9 hanya terjadi penambahan harian 2.234 kasus, jauh berkurang dibandingkan puncaknya pada 15 Juli lalu (15.575 kasus) dan juga angka kematian 145 orang dibandingkan 2.069 orang pada 27 Juli.

Indikator positif lainnya, yakni rata-rata keterisian tempat tidur di RS (BOR) kini sudah di bawah 20 persen, padahal pernah mencapai di atas 70 persen, begitu pula positivity rate 2,17 persen atau di bawah toleransi lima persen yang dipersyaratkan Badan Dunia Kesehatan (WHO).

Hal senada disampaikan epidemiolog Univerisitas Griffith, Australia Dicky Budiman yang menyebutkan, program vaksinasi sejauh ini (sampai 19/9) baru mencapai 79.515.356 orang untuk dosis ke-1 (sekitar 38,1 persen) dan 45.134.194 orang untuk dosis ke-2(21,6 persen) dari target 208.265.720 orang untuk mencapai herd immunity.

“Hampir 80 persen masyarakat masih rawan karena belum menerima vaksin, “ tutut Dicky seraya menambahkan, varian apa pun, baik Delta, Alpha mau pun lainnya bisas memicu serangan gelombang 3.

Menurut Dicky, tidak satu negara pun yang vaksinasinya sudah mencapai 60 persen terhindar dari serangan gelombang 3, sementara di Indonesia berkat intervensi melalui PPKM yang terus diperpanjang, penyebaran Covid-19 berhasil ditekan.

“Dulu, saya  kira serangan gelombang ketiga akan terjadi Oktober, tetapi terus mundur, mudah-mudahan ancaman tersebut terus mengecil dan menjauh, “ kata Dikcy.

“Prediksi-prediksi ini tidak statis, dinamis banget. Artinya semakin kita konsisten, semakin disiplin dalam memberikan intervensi (melalui PSBB dan PPKM , termasuk capaian vaksinasi, akan membuat potensi (gelombang 3) semakin menjauh atau mengecil, walau tetap ada,” tutur Dicky.

Yang perlu ditingkatkan, menurut Dikcy, program tracing (pelacakan kontak erat) dan testing agar diperoleh angka jumlah orang terpapar secara nyata di lapangan sehingga penanganannya pun terukur.

Terus patuhi prokes, kebut vaksinasi dan juga tingkatkan testing dan tracing. Ada tidaknya gelombang serangan Covid-19 selanjutnya sebagian besar tergantung sikap warga dan upaya kita bersama mencegahnya!