Wajah Tinja Sang Penista

Konon pendatang baru di Lapas akan ditanya apa penyebabnya jadi napi. Jika ngaku perkosa bini orang, akan digojlok habis.

MENJADI Youtuber itu hak semua anak bangsa, kalau mampu! Tapi ingat, Youtube itu bagian dari karya jurnalistik juga. Karenanya jika pembuatnya di Indonesia, harus tahu kode etik jurnalistik, di antaranya adalah, tidak boleh melanggar SARA (Suku, Agama, Ras dan Antargolongan). Tapi Youtuber Muhammad Kece terlalu ngawur dan gegabah. Bikin konten menista agama Islam, sehingga dia dijemput polisi dari Bali ke Mabes Polri. Apes banget nasib Muhammad Kece, di rutan Mabes Polri ketemu sesama tahanan Irjen Napoleon Bonaparte. Dia tak hanya ditampol, tapi wajahnya juga diraupi tinja!

Masyarakatpun terbelah! Banyak yang nyukurin Muhammad Kece dan membela Irjen Napoleon Bonaparte. Tapi banyak juga yang menyayangkan sikap perwira tinggi Polri yang terseret kasusnya Joko Tjandra tersebut. Sebagai jendral yang lebih tahu hukum, tak boleh menghakimi sesama tahanan. Hakimlah yang akan menentukan nasibnya. Karena terlalu emosian, namananya pun diplesetkan Mazdjo Pray (Prakontro – Cakra TV) sebagai Tampoleon Bonaparte.

Aslinya, nama Napoleon Bonaparte adalah Kaisar Prancis yang berkuasa selama 10 tahun (dua periode?) dari 1804 hingga 1814. Mungkin orangtua Napoleon Bonaparte jendral polisi itu berkeinginan anaknya menjadi tokoh pemberani macam kaisar Prancis tersebut. Dalam sejarah diceritakan, kaisar Prancis ini lebih takut pada pena wartawan ketimbang senapan musuh dalam kancah perang.

Dan soal keberanian, doa orangtua Napoleon Bonaparte Polri terkabul. Dia memang sosok pemberani di Polri. Saking pemberaninya, dia berani pula bantu-bantu kasusnya Joko Tjandra, sehingga dia terseret ke dalamnya dan nantinya bakal masuk penjara. Dan di Rutan pun Napoleon masih menunjukkan keberanian itu. Dengan alasan membela Islam agama yang dianutnya, dia berani menganiaya tahanan Muhammad Kace lengkap dengan melumuri wajahnya pakai tinja.

MUI termasuk yang membela jendral Napoleon Bonaparte. Kata Anwar Abas, seorang pemeluk agama apapun, harus merasa tersinggung jika agama yang diyakini kebenarannya dinista orang. Dan Napoleon telah melakukan dengan konsekuen. “Silakan menghinaku secara pribadi, saya takkan marah. Tapi jangan coba-coba menghina Islam agamaku. Aku pasti akan melakukan tindakan terukur.” Kata Napoleon dalam surat terbukanya, rupanya waktu menghajar Muhammad Kece dia membawa pula meteran.

Konon ada “tradisi” di balik penjara. Setiap ada penghuni baru, akan selalu ditanya kasus apa yang menjadikan dirinya masuk bui? Jika jawabnya pembunuhan, penghuni baru itu akan dihormati dan ditakuti, karena takut jadi korban berikutnya. Tapi jika menjawab karena perkosa bini orang, wooo…..langsung akan digojlok. Pikiran mereka, “Selama gue jadi napi, biniku jangan-jangan elo perkosa juga.”

Berkat penganiayaan yang terukur tadi, wajah Muhammad Kece memang jadi memble! Mukanya menjadi bengep ditambah aroma tak sedap lagi. Tapi seandainya dalam tayangan Youtubnya tak bikin konten yang menyakiti umat, Muhammad Kece tak perlu masuk Rutan dan kemudian berwajah simpang siur tersebut.

Menjadi Youtuber memang profesi yang menjanjikan, karena penghasilannnya bisa mencapai miliaran sebulan. Tapi Muhammad Kece, baru berpenghasilan sekitar Rp 44 juta sebagai Youtuber, sudah berani menista agama yang pernah dianutnya. Atau sengaja dia bikin konten yang aneh-aneh, agar view-nya meledak sebagaimana Podcast milik Deddy Corbuzier?

Youtube sebetulnya hasil kerja jurnalistik juga. Sayangnya tayangan di medsos yang tanpa dikendalikan insan pers, tak lagi melalui sensor. Apa yang ada di benak, langsung saja ditumpahkan tanpa peduli dampaknya. Jika isinya mengoyak opini publik, bisa menimbulkan gejolak sosial. Sudah banyak aktivis medsos jadi urusan polisi, gara-gara bikin tayangan kebablasan.

Bikinlah konten sebagaimana milik Deddy Corbuzier, berkonten diskusi dengan berbagai tokoh mengenai isyu yang sedang berkembang. Isinya sangat mengedukasi dan mencerahkan. Jangan pula model Atta Halilintar dan Raffi Ahmad yang isinya hanya pamer kekayaan dari hari ke hari. Istri keguguran diceritakan, anak baru bentuk janin sudah dihadiahi mobil mewah.

Untungnya orang Indonesia ini sangat permisif dan tak pernah menonjolkan kecemburuan sosialnya. Ada orang top setiap hari pamer kekayaannya, tetap ditonton juga. Dia sudah puas menonton harta orang lain, meskipun sesen pun tak pernah kecipratan rezeki sang Youtuber. (Cantrik Metaram)