WHO: RI Belum Keluar dari Covid-19

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan, walau tren penyebaran Covid-19 sudah turun, Indonesia belum terbebas sepenuhnya dari pandemi Covid-19. Kepatuhan pada prokes 5M, peningkatan testing, tracing dan cakupan vaksinasi harus terus dilakukan. (ilustrasi Detik.com)

WALAU dilihat dari sejumlah indikator, angka penyebaran Covid-19 cenderung terus turun, Indonesia tidak bisa lengah, apalagi bersikap euphoria atau mengabaikan prokes, karena pandemi global akibat virus SARS-CoV-2 masih ada.

“Indonesia belum keluar dari Covid-19 walau sudah mengalami penurunan gelombang kedua, “ kata Penasihat Senior Dirjen  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Diah Saminarsih dalam diskusi virtual, Rabu lalu (22/9).

Menurut catatan, angka penambahan harian Covid-19 pada Rabu (22/9) sebanyak 2.720 kasus, jauh di bawah puncak gelombang kedua pada 15 Juli lalu (15.575 kasus) dan angka kematian jauh lebih rendah (149 orang) dibandingkan 2.069 orang pada 27 Juli.

Diah mengatakan, momentum penurunan kasus Covid-19 saat ini dapat dimanfaatkan untuk membenahi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 agar bisa dipercepat untuk menjangkau sekitar 208 juta penduduk demi terciptanya herd immunity.

Sampai (22/9) vaksinasi dosis I telah diterima oleh 82,73 juta orang (hampir 40 persen) sedangkan dosis II untuk 46, 77 juta orang (22 persen), bahkan sekitar 1,4 juta atau seluruh nakes sudah mendapatkan suntikan dosis II dan separuhnya mendapatkan booster atau suntikan vaksin dosis III.

Hanya akibat kendala teknis seperti persoalan transportasi ke pusat-pusat vaksinasi dan mobilitas akibat keterbatasan gerak fisik,  vaksinasi lansia agak berjalan lambat, padahal angka kematian mereka paling tinggi karena rata-rata mereka memiliki komorbid.

Sementara Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Siti Nadia Tarmizi juga menyebutkan, Covid-19 sudah jauh mereda dilihat dari turunnya pertambahan kasus harian, angka kematian dan positivity rate yang sudah di bawah ambang batas lima persen yang ditetapkan WHO dan juga makin turunnya keterisian tempat tidur di RS (BOR).

Namun dia mengingatkan, ibarat perang, Indonesia sudah memenangkan sejumlah petempuran, namun perang melawan Covid-19 belum usai, varian-varian baru bermunculan, sehingga ia meminta publik tetap mematuhi prokes 5M dan pemangku kesehatan menggiatkan testing, pelacakan dan vaksinasi.

Hal senada disampaikan oleh pakar kesehatan Iqbal Mochtar yang mengingatkan, sampai hari ini belum ada satu negara pun yang sudah keluar dari pandemi Covid-19.

Contohnya India dan Israel yang semula dianggap sukses menekan penyebaran Covid-19 dan melakukan vaksinasi yang menjangkau mayoritas penduduknya, lalu mencoba mempraktikkan kehidupan normal baru dengan berbagai pelonggaran prokes.

“Akibatnya, begitu terjadi lonjakan jumlah orang terpapar dan  kematian, fasilitas layanan kesehatan nyaris kolaps karena tidak mampu menampung korban,” ujarnya.

Indonesia, lanjutnya, masih sangat rentan terhadap perubahan pola penyebaran mengingat capaian (penanganan Covid-19 red)  juga belum stabil sehingga angka kasus dan kematian bisa saja meroket kembali.

Dibandingkan Israel yang capaian vaksinasinya sangat luar biasa namun tetap mengalami serangan kedua, jika Indonesia tidak menerapkan prokes 5M dengan ketat atau gagal mendisiplinkan para “covidiot” atau orang yang abai pada keselamatan publik, lonjakan kembali (resurgent) Covid-19 tidak mustahil bakal terjadi.

Jangan lengah, tetap patuhi prokes  tingkatkan testing dan percepat pelaksanaan vaksinasi.