Irak Tolak Permintaan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Ilustrasi UEA dan Bahrain Resmi Tandatangani Perjanjian Normalisasi dengan Israel/ VOA

IRAK – Perdana Menteri Irak dengan tegas  menolak permintaan normalisasi hubungan dengan Israel yang diajukan sebuah kelompok yang terdiri dari 300 pemimpin suku terkemuka dan pejabat tinggi masa lalu dan sekarang yang bertemu di Irbil, Kurdistan Irak.

Televisi Irak Sabtu (25/9/2021) sore melaporkan bahwa kantor Perdana Menteri Mustafa Khadhimi merilis pernyataan yang menolak permintaan sekelompok 300 pejabat agar menormalisasi hubungan dengan Israel.

Laporan televisi tersebut menambahkan bahwa pernyataan itu menyebut pertemuan itu “ilegal.”

Media Arab mengindikasikan bahwa ketua parlemen Mohammed Halbousi dan salah seorang wakilnya juga menolak permintaan tersebut. Presiden Irak Barham Salih juga menolak normalisasi.

Ia mengatakan bahwa dia mendukung upaya berani dari para pemimpin dari enam provinsi Irak yaitu Baghdad, Anbar, Mosul, dan sistem pemerintahan federal Irak memungkinkan berbagai pihak menyatakan keinginan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel dan mempererat hubungan dengan rakyat Israel.