Nadiem Tegaskan 2,8 Persen Sekolah jadi Klaster COVID-19 Adalah Miskonsepsi

Ilustrasi Mendikbud merencanakan pembukaan bertahap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah mulai 1 Jan. 2021. Dipertanyakan, kesiapan prasarana di sekolah, guru, siswa dan murid, juga komitmen Pemda yang selama ini dinilai rendah terhadap pembangunan infrastruktur protokol kesehatan d sekolah.

JAKARTA – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menjelaskan bahwa kabar 2,8 persen sekolah telah menjadi klaster COVID-19 selama PTM adalah miskonsepsi.

“Beberapa miskonsepsi yang patut diluruskan, sekali lagi adalah bahwa angka 2,8 persen satuan pendidikan, walaupun itu sudah kecil, itu pun adalah data kumulatif, bukan per satu bulan. Itu semua dari seluruh masa COVID-19, bukan dari bulan terakhir di mana PTM terjadi,” kata Nadiem, dikutip Antara.

Selain itu, Nadiem menjelaskan bahwa kabar yang menyebutkan 15.000 murid dan 7.000 guru positif COVID-19 adalah berdasarkan laporan data mentah yang memiliki banyak sekali kesalahan.

Salah satu contohnya, kata Nadiem, bagaimana banyak yang melaporkan jumlah kasus positif yang justru melebihi jumlah murid yang berada di sekolah-sekolah tersebut.