Lima Desa di Luwu Terisolir akibat Banjir Bandang

Ilustrasi Banjir bandang Sentani/ AFP

LUWU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menyebut masih ada lima desa terisolir karena terdampak bencana tanah longsor yang menutup akses jalan poros menuju ke lokasi tersebut.

“Ada lima desa yang masih terisolir, jumlah penduduknya sekitar 12 ribu jiwa. Saat ini kita tetap berupaya untuk membuka jalur ke sana,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Luwu, Rahman Mandari saat dikonfirmasi wartawan terkait perkembangan terkini dari Makassar, Senin.

Lima desa yang masih terisolir yakni Desa Ilanbatu Buru, Desa Lewandi, Desa Lamasi Hulu, Desa Lempang dan Lempang Pasang.

Rahman menjelaskan, ada dua titik jalur yang biasa dilalui warga untuk menghubungkan ke lima desa itu yakni akses jalur poros dari Desa Santandung yang bersebelahan dengan sungai serta akses Jalan poros Batu juga menghubungkan daerah itu.

“Sudah ada alat PU (Dinas Prasana Umum) di kirim ke sana untuk membersihkan material longsoran di titik yang akan dilalui kendaraan. Mudah-mudahan bisa segera diselesaikan,” tuturnya.

Ditanyakan apakah tim BPBD setempat telah menyalurkan logistik bagi warga desa yang masih terisolir tersebut, kata dia, sudah dilakukan. Bahkan dibantu oleh komunitas motor trail untuk mendistribusikan bahan makanan ke lima desa setempat.

“Ada. Jadi untuk jalur sekarang, bantuan logistik masuk ke daerah terisolir itu pakai motor trail. Sudah ada komunitas tadi bantu bawa masuk bantu pakai trail. Jadi hari ini diupayakan sampai besok kita terus kirim bantuan. Untuk membuka akses masuk terus dilakukan biar cepat tembus,” papar Rahman, dikutip Antara.