Covid-19 Makin Terkendali

Penyebaran Covid-19 terus mereda, korban dan angka kemayian sudah turun drastis sehingga diharapkan kehidupan kembali normal, sepanjang prokes terus dipatuhi, dan vaksinasi terus ditingkatkan agar menjangkau herd immunity.

ANGKA  pertambahan kasus harian dan korban meninggal akibat Covid-19 di tanah air terus menurun, sebaliknya jumlah pasien  sembuh terus meningkat sehingga berbagai pelonggaran mulai diberlakukan. Yang penting, jangan lengah dan terjebak dalam euforia!

Di kompleks apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Sabtu (9/10)  misalnya, kios-kios makanan di lantai dasar setiap tower sebagian mulai buka lagi, sedangkan sebagian akses pintu masuk yang saat pandemi dibatasi, sekarang sudah dibuka semua.

Masih banyak memang, kios-kios makanan yang tutup, menghentikan usaha mereka sementara saat diberlakukannya PPKM, termasuk pembatasan jam buka-tutup dan larangan makan di tempat, pembeli hanya boleh memesan makanan untuk dibawa pulang.

Kini, setelah PPKM dilonggarkan dan mereka sudah diizinkan untuk buka kembali pun, sebagian penyewa atau pemilik kios atau warung makanan tetap belum melakukan keiatan  karena sudah kehabisan modal dan bingung, harus memulai semua lagi dar nol.

Jamaan shalat Jumat di sejumlah masjid dis sekitar Kalibata seperti di kompleks kantor Kemendagri, Kemendes dan DT serta Kantor Pajak juga makin ramai,   dengan shaft rapat seperti sebelum pandemi, hanya masih dilakukan cek suhu tubuh dan kewajiban mengenakan masker.

Pada Jumat (8/10) tercatat penambahan kasus harian Covid-19 sebanyak 1.384 kasus) atau total sejak awal pandemi Covid-19menjadi 4.225.871 kasus, sedangkan korban meninggal 66 orang menjadi total 142.560 orang, sementara pasien sembuh 3.514 orang menjadi totalnya 4.057.760 orang.

Dibandingkan angka penambahan harian tertinggi pada 15 Juli sebanyak 56.757  kasus, berarti saat ini sebanyak  1.384 kasus sudah turun drastis, begitu pula angka kematian tertinggi yang mencapai 2.069 orang pada 27 Juli, sekarang tinggal  66 orang.

Indeks Pemulihan Covid-19

Sementara itu, menurut Indeks Pemulihan Covid-19 (Covid-19 Recovery Indeks – CRI) yang dirilis Nikkei Asia, dari 110 negara yang disurvei, peringkat Indonesia naik dari 92 pada 31 Agustus menjadi 54 pada 30 Sept.

Ranking CRI Indonesia berarti lebih baik ketimbang Korea Selatan, Jerman, Inggeris, Amerika Serikat dan, Singapura, Malaysia dan Thailand dan yang tertinggi di Asia Tenggara.

CRI menilai peringkat terkait manajemen infeksi, pelaksanaan progam vaksinasi dan mobilitas masyarakat dalam pengendalian Covid-19 yang makin tinggi peringkatnya, makin baik program pemulihan yang dilakukan .

Situasi yang menggembirakan juga tercermin dari angka skor Indeks Pengendalian Covid-19 (IPC) yang dilakukan harian Kompas dari skor 44 pada 19 Juli, terus naik, sampai 75 pada 4 Oktober. IPC disusun dari penilaian aspek manajemen infeksi (MI) dan pengobatan (MP).

Pandemi Covid-19  sementera mereda, tapi bukan berarti sudah selesai. Ancaman serangan gelombang ketiga di hadapan mata jika kita lengah terhadap varian baru, abai pada prokes  dan lalai melanjutkan program testing dan tracing serta program vaksinasi.