Horee… Umrah Dibuka Lagi

Pemerintah Arab Saudi memberikan lampu hijau bagi jemaah asal RI untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci setelah 18 bulan terhenti akibat pandemi Covid-19.

LAMPU hijau diberikan pemerintah Arab Saudi bagi calon jemaah  asal Indonesia untuk menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci setelah kesempatan itu terhenti akibat pandemi Covid-19.

Hal itu, kata Menlu RI Retno Marsudi dalam jumpa pers virtual, Sabtu (9/10), tertuang dalam Nota Diplomatik yang disampaikan pemerintah Arab Saudi melalui kedubesnya di Jakarta sehari sebelumnya (8/10)

Di dalam Nota Diplomatik tersebut juga disebutkan bahwa Komite Khusus pemerintah Saudi sedang berupaya meminimalisir hambatan bagi Jemaah umrah RI dalam pelaksanaan ibadah umrah seperti  terkait soal vaksinasi dan karantina di Arab Saudi.

Mengenai vaksinasi, masih ada sejumlah persoalan teknis yang harus dituntaskan misalnya bagaimana agar jemaah asal RI yang sudah divaksin bisa diterima di Arab Saudi. Dalam hal ini, agar barcode vaksinasi jemaah Indonesia bisa divalidasi oleh otoritas Saudi.

Masalahnya, otoritas kesehatan Saudi sejauh ini hanya menetapkan jenis vaksin tertentu yakni  Pfizer-BionTech, AstraZeneca, Moderna dan Johnson & Johnson bagi jemaah asing, sementara di Indonesia, vaksin yang paling banyak digunakan adalah Sinovac.

Akhirnya, otoritas Saudi bersedia menerima jemaah asing yang disuntik vaksin Sinovac atau Sinopharm (China), asal diberikan lagi suntikan ketiga (booster) dengan vaksin yang direkomendasikan.

Jemaah asal Indonesia yang tidak memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan oleh Saudi, menurut Retno, masih dipertimbangkan beribadah di Tanah Suci dengan menjalani karantina lima hari setibanya. .

Koordinasi antarmenteri

Walau belum dipastikan, kapan tepatnya jemaah umrah RI bisa diberangkatkan ke Tanah Suci, Retno mengaku pihaknya akan segera menindaklanjuti segala persoalan terkait umrah secara detil dengan Menteri Agama dan Menteri Kesehatan.

Anggota Komisi VIII DPR dari PKS Buchori Yusuf menyambut gembira kabar dibukanya kesempatan umrah bagi Jemaah Indonesia, namun ia meminta agar pelaksanaanya diatur sebaik mungkin.

Misalnya terkait karantina yang dijalani saat menginjakkan kaki di Tanah Suci dan juga sekembalinya ke tanah air, mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

“Prokesnya harus clear, juga terkait biaya yang ditanggung oleh jemaah saat menjalani karantina, “ ujarnya.

Arab Saudi telah menutup wilayahnya dari kedatangan orang asing selama 18 bulan akibat pandemi Covid-19, sedangkan Indonesia termasuk 13 negara yang warganya dilarang masuk sampai akhir Juli.

Tercatat seitar 220.000 calon Jemaah haji Indonesia yang gagal berangkat pada musim haji dan calon jemaah umrah pada tahun 1442H (2021).

Ibadah jelas perlu, namun yang tidak kalah pentingnya, tidak begitu saja mengabaikan potensi ancaman serangan gelombang ke-3 Covid-19.

 

 

 

t