Ragam Profesi Capres Filipina

Petinju legendaris Manny Packuiao (kiri) ikut mencalonkan diri dalam pilpres Filipina yang digelar Mei 2022. Ada pengacara, aktivis buruh dan selebriti yang ikut berkontestasi.

LENI Robredo (56)  Wapres petahana Filipina, akan maju dalam pilpres yang akan digelar pada Mei 2022 sehingga jika terpilih, ia akan  menjadi presiden perempuan ketiga di negeri itu.

Presiden perempuan pertama Filipina adalah Corazon Aquino atau dipanggil Cory (1986 – 1991), janda pejuang demokrasi Begnino Aquino yang tewas tetembak saat kembali ke negaranya dari AS pada 1983, lalu Gloria Macapagal-Arroyo (2001 sampai 2010).

Leni Robredo adalah janda mantan Mendagri Jesse Robredo yang meninggal dalam musibah pesawat terbang yang  dikenal sebagai sosok yang sering berseberangan dengan Presiden Rodrigo Duterte, khususnya terkait kebijakan ekstrim yang diberlakukan Duterte terhadap pelaku kejahatan narkoba.

Sebelumnya ia pernah menjabat Menteri perumahan, juga pada era kepemimpinan Duterte, namun mengundurkan diri karena tidak diundang dalam rapat kabinet.

Hal itu dimungkinkan, karena dalam ketatanegaraan Filipina, pemilihan wapres dan presiden digelar secaa terpisah, sehingga bisa saja keduanya berasal dari partai berbeda.

Duterte tidak mencalonkan diri lagi dalam pilpres Mei 2022 mendatang karena jabatan presiden di Filipina selama enam tahun dibatasi hanya satu kali saja, alias tidak ada masa jabatan kedua.

“Saya berjanji untuk memberikan apa yang saya miliki tak hanya pada pemilihan wapres, tetapi di seluruh sisa hidup saya untuk Filipina, “ seru Robredo dalam pidato kampanyenya, Kamis (7/10) lalu.

Robredo menentang kebijakan ekstra keras yang diberlakukan Duterte untuk memerangi kejahatan narkoba sehingga menyebabkan tewasnya 29.000 orang sebagian besar warga miskin dan berujung tuntutan penyelidikan pada Mahkamah Internasional..

97 Capres dan 29 Cawapres

Sejak dibuka pada 1 – 8 Oktober tercatat 97 kandidat mendaftar sebagai capres dan 29 kandidat cawapres yang akan diumumkan nama-namanya oleh Comelec (Komisi Pemilu) pada akhir Oktober.

Pemilu Filipina cukup unik dilihat dari ragam latar belakang peserta, misalnya petinju legendaris, Manny Pacquiao, mantan Menhan Norberto Gonzales, aktivis buruh Leody de Guzman dan mantan artis Isko Moreno yang kini menjabat walikota Manila.

Profesor sejarah dan politik Universitas Politehnik Filipina, Richard Heydarian menilai, tidak ada kandidat yang kuat dalam pemilu mendatang sehingga diprediksi, perolehan suara mereka bakal terpaut tipis.

Sedangkan Dekan Sekolah Pemerintahan, Universitas Ateneo Ronnald Mendoza mengemukakan, nama besar, jaringan, kekerabatan dan besarnya dana kampanye bakal menjadi kunci kemenangan kontestan.

“Jika anda tidak dikenal oleh calon pemilih, tetapi memiliki dana besar untuk kampanye lewat medsos, mungkin saja anda bisa mengumpulkan cukup banyak suara, “ ujarnya. (Reuters)