Vaksin Sukses Kendalikan Covid-19

Vaksinasi terbukti berkontribusi besar dalam sukses pengendalian vaksin. Indonesia masuk lima besar negara terbanyak melakukan vaksinasi bagi penduduknya.

HERD Immunity atau pemberian vaksin bagi 70 persen penduduk Indonesia  demi terciptanya herd immunity atau kekebalan komunitas dari Covid-19 masih jauh dari jangkauan, namun vaksinasi terbukti berkontribusi besar menekan penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit itu.

Menurut catatan, angka penyebaran harian Covid-19 pada Senin, (11/10) turun pada titik terendah yakni 620 kasus dibandingkan dengan puncak serangan gelombang ke-2 (15/7) sebanyak 56.757 kasus dan angka kematian terendah dicapai sehari sebelumnya (10/10) yakni 39 orang dibandingkan angka tertinggi 2.069 orang pada 27 Juli.

Sampai (11/10) tercatat 4.228.552 kasus positif Covid di Indonesia sejak pertama kali terdeteksi pada awal Maret 2020, sebanyak 142.716 meninggal dan 4.063.295 pasien dinyatakan sembuh.

Capaian tersebut, menurut Menkominfo Johny G Plate dimungkinkan berkat keberhasilan program percepatan vaksinasi pemerintah berkolaborasi dengan negara-negara lain dan juga lintas instansi di dalam negeri.

Dari program vaksinasi, berdasar catatan sampai 9 Okt., Indonesia menempati peringkat 5-besar dunia yakni dengan 99,3 juta dosis pertama setelah China (1,1 milyar ), India (670,86 juta), Amerika Serikat 216,27 juta) Brazil (153,36 juta).

Jika dirinci, vaksinasi Indonesia menurut data sampai  9 Okt. Sudah menjangkau 99,3 juta orang untuk dosis pertama dan 47,7 juta orang untuk dosis kedua, sehingga totalnya  147 orang atau mengungguli Jepang dengan 80 juta dosis untuk dosis pertama.

Dari persentasi jumlah penduduk, sampai 8 Oktober, sekitar 73 persen sudah divaksinasi terdiri dari 46,52 persen atau hampir separuhnya sudah menerima dosis pertama dan 26, 49 persen dosis kedua.

Walau capaian vaksinasi Indonesia cukup mebanggakan, pemerintah akan terus meningkatkan upaya mengejar herd immunity untuk menjangkau 208 juta penduduk pada akhir tahun ini dengan sekitar 2,5 juta penyuntikan per hari.

Vaksinasi Tolak Ukur PPKM

Jubir Kemenkes dr. Siti Nadia Tarmizi mengemukakan (7/10), capaian vaksinasi dijadikan salah satu tolak ukur atau  indikator penetapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di daerah-daerah terutama penekannya pada vaksinasi untuk lansia.

Contohnya, ketentuan penurunan  kategori kabupaten/kota dari level 3 ke 2 adalah total minimal 50 persen atau jumlah separuh  warga yang ditetapkan untuk divaksinasi dosis pertama dan minimal 40 persen bagi lansia berusia di atas 60 tahun.

Sedangkan penurunan dari level 2 ke level 1 ditetapkan dengan persyaratan capaian total vaksinasi dosis pertama minimal 70 persen dan dosis pertama 60 persen untuk lansia.

Dari sisi pengadaan vaksin, agaknya juga berjalan lancar, baik melalui kerjasama bilateral maupun multilateral (covax facility WHO) berjalan lancar, dan dengan kedatangan ke-86 vaksin AstraZeneca 245.440 dosis  antuan dari pemerintah Inggeris (8/10), total sudah 278.527.220 dosis berbagai vaksin tiba.

Covid-19 sudah terkendali walau tidak bisa lengah, karena sewaktu-waktu, jika prokes semakin longgar, mobilitas warga meningkat, vaksinasi berjalan lelet, begitu juga testing dan tracing diabaikan dan  ancaman varian virus baru tidak diantisipasi, niscaya lonjakan Covid-19 bukan hak yang mustahil.

Tetap patuhi prokes, lakukan testing dan tracing serta tingkatkan vaksinasi dan waspadai varian virus baru!