Tentara Myanmar Brutal

Kekerasan terhadap jemaat gereja oleh milter Myanmar. Foto: Aljazeera

MYANMAR – Bulan lalu, tentara Myanmar menembak mati Cung Biak Hum, seorang pendeta Baptis berusia 31 tahun.

Ketika itu pendeta sedang membantu memadamkan api yang berkobar yang disebabkan penembakan oleh militer di Kota Thantlang di Negara Bagian Chin di barat laut Myanmar.

Namun kemudian tentara menangkap pendeta, menembaknya dan memotong jari pendeta serta mencuri cincin kawinnya.

“Pembunuhan Cung Biak Hum dan mutilasi jarinya menunjukkan tingkat ketidakhormatan dan kebrutalan yang dilakukan tentara Myanmar dalam perang mereka yang sedang berlangsung melawan rakyat,” ungkap Salai Za Uk Ling, wakil direktur Hak Asasi Manusia Chin Organisasi, mengatakan kepada Al Jazeera.

Insiden 19 September adalah salah satu dari setidaknya 20 kasus yang didokumentasikan oleh kelompok hak asasi manusia dan media, di mana gereja-gereja Kristen, pemimpin gereja dan sukarelawan telah menjadi sasaran atau terperangkap dalam baku tembak serangan militer sejak kudeta 1 Februari.

Insiden tersebut termasuk penembakan gereja, penahanan pendeta, dan penggunaan gereja sebagai pangkalan militer.