Dompet Dhuafa Bantu Tebus Ijazah Dilla karena Uang Sekolah Menunggak

JAKARTA – Dompet Dhuafa membantu menebus ijazah seorang yatim piatu, Dila Adelina (18) yang hidup dengan segala keterbatasan neneknya.

Dila beralih dibesarkan oleh neneknya di salah satu gang padat di Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, dalam rumah berukuran kecil tanpa teras dan dapur itu ternyata bukan mereka saja yang menempatinya, melainkan ada 4 (empat) KK yang tercantum di sana. Jika dihitung, lebih dari 30 pasang mata yang terpejam ketika malam hari di rumah tersebut.

Setahun belakangan, sejak pandemi, keluarga Dila semakin mengalami pahitnya pemasukan. Terlebih ia harus membelanjakan lebih banyak uang untuk membeli kuota internet guna kebutuhan pembelajaran. Tercatat oleh sekolahnya, Dila menunggak pembayaran SPP hingga 7 (tujuh) bulan.

Di samping itu, kebutuhan biaya di akhir masa studi sekolah menengah bertambah banyak dengan adanya berbagai tahap syarat kelulusan. Alhasil karena tak mampu membayar, Dila menunggak biaya SPP dan kelulusan sebesar lebih dari 5 (lima) jutaan. Akibatnya, ijazah Dila ditangguhkan oleh pihak sekolah hingga Dila melunasi semua tunggakannya. Padahal Dila sangat membutuhkan lembar bukti pendidikan tersebut untuk melamar pekerjaan supaya tidak membebankan lagi kepada neneknya.

Dompet Dhuafa melalui salah satu jaringan Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM), yaitu Komunitas Cahaya Langit, mendapat kabar tersebut. Tim LPM kemudian berupaya menghubungi pihak sekolah untuk melakukan “Tebus Ijazah” milik Dila. Pada Jumat (15/10/2021), tim Dompet Dhuafa mengajak Dila ke sekolahnya untuk menebus dan mengambil ijazah, sekaligus silaturrahmi dengan keluarga Dila.

“Senang sekali rasanya akhirnya ijazah saya bisa ditebus. Jadi saya bisa melamar kerja buat bantu ekonomi keluarga,” ucap Dila senang.

Dila merasa bantuan tebus ijazah ini merupakan hal yang sangat besar baginya. Kerap berulang ucapan terima keluar dari bibir anak terakhir dari tiga bersaudara ini. Tak banyak yang ia harapkan setelah ia dapatkan ijazahnya. Yang ia sangat inginkan hanyalah dapat segera mendapat pekerjaan untuk membantu ekonomi keluarga. Tekadnya hanya ingin kelak membuat orang yang merawat dan membiayainya hingga detik ini bangga dengan kemadirian dan keteguhan Dila sebagai cucu yang mewarisi karakter nenek dan ibunya.