Potensi dan Keberhasilan Keuangan Syariah Untuk Pencapaian TPB DI Indonesia

JAKARTA – United Nations Development Programme (UNDP), Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), dan Islamic Development Bank (IsDB) mengadakan seminar daring publik berjudul Islamic Finance and SDGs: The Portrayal of Success Stories from Indonesia yang terintegrasi dalam rangkaian 8th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) oleh Bank Indonesia, Kamis (21/10/2021).

Seminar daring publik ini mengundang lima profesional dalam bidang keuangan syariah yang mewakili masing-masing instrumen, yakni zakat, wakaf, keuangan mikro, sukuk, dan fintek, baik dari sektor publik dan privat, untuk berbagi mengenai potensi dan keberhasilan keuangan syariah sebagai sumber pembiayaan alternatif untuk pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) di Indonesia.

Seminar ini dibuka oleh Sophie Kemkhadze, Deputy Resident Representative UNDP. Sebagai pra-acara rilis Center of Excellence in Islamic Finance for SDGs yang bertujuan mendorong penelitian untuk peningkatan dan pengembangan inisiatif pencapaian TPB, seminar ini membahas peran zakat, wakaf, keuangan mikro, sukuk, dan fintek dalam mendorong pemenuhan kebutuhan pembiayaan sebesar US$4.7 triliun untuk TPB – menurut Peta Jalan TPB Indonesia.

Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia berpotensi menjadi pemimpin global untuk keuangan syariah. Pada 2017, dalam pasar halal global dengan total USD2.1 triliun, Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara dengan konsumen industri halal terbanyak di dunia serta berkontribusi pada 10 persennya.

Melihat potensi tersebut, di tengah ambang perubahan iklim dan pandemi COVID-19 yang memicu wacana keberlanjutan, keuangan syariah dapat dimaksimalisasi sebagai sumber pembiayaan inovatif untuk TPB Indonesia.

Aset keuangan syariah telah mencapai US$2,88 triliun pada tahun 2020 dan diperkirakan akan tumbuh hingga US$3,69 triliun pada tahun 2024 sebagaimana diungkap laporan Pengembangan Keuangan Islam 2020 yang diterbitkan oleh Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD) and perusahaan Refinitiv Global.

Seminar ditutup oleh Profesor Dian Masyita, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIII dengan kesimpulan bahwa instrument keuangan syariah saling melengkapi satu sama lain dan bersifat inklusif.

Dalam konteks pencapaian TPB, keuangan syariah mampu berkontribusi secara maksimal untuk memberikan dampak sosial dan lingkungan secara nyata.