LPM Dompet Dhuafa Antar Dila Tebus Ijazah

JAKARTA – Meskipun Pemerintah sudah menetapkan level 2 PPKM, namun pandemi belumlah usai dan ekonomi belumlah normal kembali. Di sebuah pusat Jakarta, hiduplah piatu Dila (18) yang mengalami pahitnya pemasukan. Tercatat oleh sekolahnya yang masih di bangku SMU ini, Dila menunggak pembayaran SPP hingga 7 bulan.

Di samping itu, kebutuhan biaya di akhir masa studi sekolah menengah bertambah banyak dengan adanya berbagai tahap syarat kelulusan. Alhasil karena tak mampu membayar, Dila menunggak biaya SPP dan kelulusan sebesar lebih dari 5 jutaan. Akibatnya, ijazah Dila ditangguhkan oleh pihak sekolah hingga Dila melunasi semua tunggakannya. Padahal Dila sangat membutuhkan lembar bukti pendidikan tersebut untuk melamar pekerjaan supaya tidak membebankan lagi kepada neneknya.

Dompet Dhuafa melalui salah satu jaringan Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM), yaitu Komunitas Cahaya Langit, mendapat kabar tersebut. Tim LPM kemudian berupaya menghubungi pihak sekolah untuk melakukan “Tebus Ijazah” milik Dila. Pada Jumat (15/10/2021), tim Dompet Dhuafa mengajak Dila ke sekolahnya untuk menebus dan mengambil ijazah, sekaligus silaturrahmi dengan keluarga Dila.

Seperti dilansir dari laman dompet dhuafa, setelah sekian lama pusing bagaimana cara menebus ijazahnya, ternyata para donatur Dompet Dhuafa dengan ringan tangan bersedia membantunya.

“Senang sekali rasanya akhirnya ijazah saya bisa ditebus. Jadi saya bisa melamar kerja buat bantu ekonomi keluarga,” ucap Dila senang.

Dila merasa bantuan tebus ijazah ini merupakan hal yang sangat besar baginya. Kerap berulang ucapan terima keluar dari bibir anak terakhir dari tiga bersaudara ini. Tak banyak yang ia harapkan setelah ia dapatkan ijazahnya. Yang ia sangat inginkan hanyalah dapat segera mendapat pekerjaan untuk membantu ekonomi keluarga. Tekadnya hanya ingin kelak membuat orang yang merawat dan membiayainya hingga detik ini bangga dengan kemadirian dan keteguhan Dila sebagai cucu yang mewarisi karakter nenek dan ibunya.

Keinginannya untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi sangat besar sebenarnya. Namun apa daya, karena berbenturan dengan biaya hidup, seperti halnya kakak-kakaknya, menjadikan keinginannya itu sementara ia pendam. Setelah semuanya dirasa stabil, Dila meyakinkan diri untuk akan malanjutkan belajar di bangku kuliah. Ia pun mengaku sadar, bahwa sekarang ini sekolah di tingkat SMA/SMK saja belum cukup. Pendidikan di tingkat perguruan tinggi harus ia capai untuk menunjang kehidupannya dan generasi-generasinya kelak.

Dila pun tercatat sebagai siswi yang aktif di sekolah. Kegiatan-kegiatan sekolah selalu ia ikuti, bahkan ia juga aktif di keorganisasian Palang Merah Remaja di sekolahnya. Selain itu, perlombaan-perlombaan seperti baris-berbaris dan lainnya kerap ia ikuti.

“Ini bisa dapat dapat ijazah saja sudah sangat senang kak. Doakan mudah-mudahan segera saya dapat pekerjaan untuk bantu nenek. Mudah-mudahan kelak saya juga bisa melanjutkan kuliah,” tutup Dila.