Harun Al Rasyid Dari Senayan

Kang Dedi sedang memarahi pedagang ayam potong di luar lapak, tapi ujung-ujungnya bagi-bagi uang.

JANGAN salah! Harun Al Rasyid dari Senayan bukanlah Harun Masiku yang mimpi pengin ngantor di Senayan (DPR) tapi malah ngilang. Harun Al Rasyid adalah raja Bagdad dalam kisah “Seribu Satu Malam”, yang gemar menolong rakyatnya dan bagi-bagi hadiah. Dan Dedi Mulyadi mantan Bupati Purwakarta, adalah Harun Al Rasyid di era digital ini. Di sela-sela kesibukannya sebagai anggota DPR (Golkar), dia masih sempat jadi Youtuber dengan konten kerakyatan, membantu masyarakat dan bagi-bagi uang yang diperolehnya untuk menolong orang susah.

Sama seperti Jokowi, Kang Dedi –begitu dia disebut– juga berangkat dari keluarga miskin. Oleh karenanya perhatian pada orang tak berpunya sangat besar. Karena dia sudah kadung sangat menghayati dan menjiwai susahnya jadi orang miskin di masa bocah sampai remaja. Jualan es mambo pernah, jadi tukang ojek juga sempat dilakoni. Sekian lama hidup dalam keprihatinan itulah nasibnya mulai berubah, dari jadi anggota DPRD, naik wakil bupati, sampai Bupati Puwakarta dua periode (2008-2018), dan kini jadi anggota DPR.

Kang Dedi pernah pula menjajal nasib menjadi orang nomer satu di Jabar. Sayangnya partai pengusung  bersama koalisinya salah pasang. Mestinya Kang Dedi Cagub dan Dedy Mizwar cukup Cawagub saja, pasti jadi itu barang. Ketika dibalik, ya berantakanlah. Apa sih prestasi Dedy Mizwar selama jadi Wagubnya Ahmad Heryawan? Selama ini kapling artis/selebritis jadi Kepala Daerah memang cukuplah wakil.  Adapun Rano Karno sempat jadi Gubernur Banten, itu kan karena kecelakaan politik belaka. Dedy Miswar – Rano Karno main dan jadi sutradara film memang jago, tapi jadi Kepala Daerah tetap saja mentah.

Sedangkan Kang Dedi yang dari sononya sudah berpengalaman sebagai Kepala Daerah dua periode, tentu banyak gebrakan yang ditawarkan jika menjadi Gubernur Jabar. Tapi sudahlah, itu memang sudah menjadi rejekinya Ridwan Kamil. Sedangkan Kang Dedi digariskan untuk meniti karier di jalur lain. Gagal menghuni Gedung Sate masih dipercaya rakyat ngantor di Senayan alias menjadi anggota DPR.

Tapi bagi Kang Dedi, meski jadi anggota DPR gajinya gede, sebentar-sebentar ada trasveran masuk rekeningnya sebagaimana kata Krisdayanti, dia malah jadi setres di awal-awal kariernya di Senayan. Pagi siang sampai malam rapat melulu, sehingga jenuh. Waktu jadi Bupati Purwakarta juga sering rapat, tapi seperlunya saja. Dia lebih banyak di lapangan, mendekati dan mendengar keluhan rakyatnya.

Sebagai Bupati Purwakarta, dia punya trade merk yang unik, ikat kepala mirip orang Bali, berwarna putih. Nyentrik ikat kepalanya, nyentrik pula kebijakannya. Dia pernah melantik para Kades yang baru terpilih, di sawah penuh lumpur. Pernah pula “nodong” Kades dan Camat di wilayah Purwakarta, untuk menikahi janda tua yang terlantar sampai ngemis gara-gara tak terima BLT. “Pilih mana kalian, mengawini janda miskin ini, atau memberikan seluruh gajimu selama beberapa bulan untuk nenek-nenek ini.” Tentu saja mereka memilih memberikan gajinya ketimbang menikahi nenek-nenek renta.

Untung saja kesetresan Kang Dedi sebagai anggota DPR terhibur oleh kesibukan lain sebagai Youtuber, di kala hari libur dan masa reses. Sejak menjadi Bupati Purwakarta beliaunya memang sudah main Youtube, cuma belum ditekuni secara serius. Dengan modal awal Rp 15.000,- dia mulai Maret 2017 mencoba dunia Youtube dengan konten-konten sosial, tapi menyentuh.  Kang Dedi juga sangat pemerhati lingkungan, sehingga sejumlah kontennya menggugat sejumlah orang yang tidak peduli pada masalah lingkungan. Dia pernah marah ketika melihat rumpun bambu rusak di Purwakarta gara-gara keserakahan manusia. Pernah pula mengomeli pedagang di trotoar, padahal sudah di sediakan lapak dalam pasar.

Dari sanalah Kang Dedi berdialog dengan rakyatnya, bahkan bantu-bantu secara ekonomi. Ya,  perolehan uang dari Adsense memang sering dibagi-bagikan pada sumber yang dijadikan kontennya. Dia telah menjadi raja Harun Al Rasyid di era digital sekarang ini. Apa lagi semenjak subscribe mencapai 1 juta, semakin royal bagi bagi uang ratusan merah. Sebuah tayangan Youtube memprediksi, ketika subscribe Kang Dedi mencapai 1 juta, penghasilan setahunnya bisa mencapai Rp 5 miliar. Apa lagi sejak pertengahan Oktober lalu subscribnya telah tembus 2 juta,  berapa miliar Kang Dedi terima setiap bulannya?

Kang Dedi tak pernah mau buka kartu berapa perolehannya tiap bulan dari Youtube. Katanya merendah, cukuplah untuk membangunkan rumah janda miskin, sisanya untuk operasional tim Youtube “Kang Dedi Mulyadi Chanel” miliknya. Dia mengaku terus terang, bermain Youtube bukan untuk cari uang, karena gajinya di DPR sangatlah cukup. Tetapi lewat konten-konten Youtube dia ingin berbagi pada masyarakat, termasuk membantu si lemah. Kang Dedi memang Harun Al Rasyid di era digital, meski minus Abunawas. (Cantrik Metaram)