WHO Minta Eropa Hentikan Suntikan Booster untuk Hindari Kesenjangan

Ilustrasi

JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)mengatakan bahwa Eropa telah mengalami lonjakan kasus virus corona lebih dari 50 persen dalam bulan lalu, membuatnya sebagai pusat pandemi meskipun ada banyak pasokan vaksin.

“Mungkin ada cukup banyak vaksin tersedia, tetapi penyerapan vaksin itu belum merata,” kata Direktur Masalah Kedaruratan WHO Dr. Michael Ryan pada konferensi pers di Jenewa, Swiss.

Ryan meminta otoritas Eropa untuk “menutup kesenjangan” dalam vaksinasi. Tetapi Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa negara-negara yang telah mengimunisasi lebih dari 40 persen populasi mereka yang harus menghentikan kesenjangan itu.

“Tidak ada lagi booster yang harus diberikan kecuali kepada orang-orang yang memiliki masalah dengan kekebalan tubuh,” kata Tedros. “Kebanyakan negara yang memiliki vaksin dalam jumlah besar terus mengabaikan imbauan kami bagi moratorium global mengenai booster dengan mengorbankan para tenaga kesehatan dan orang-orang rentan di negara-negara berpenghasilan rendah yang masih menunggu dosis pertama. Kita tidak dapat mengakhiri pandemi tanpa vaksin,” lanjutnya, dilansir VOA.

Ia menambahkan bahwa negara-negara tersebut seharusnya mendonasikan dosis booster mereka ke negara-negara berkembang yang belum mulai memberikan dosis pertama vaksin untuk warga mereka.

Pemimpin WHO itu meminta para produsen vaksin agar memprioritaskan pasokan bagi COVAX, upaya dukungan PBB untuk berbagi dosis vaksin secara global.

Lebih dari 60 negara telah mulai memberikan suntikan booster untuk mengatasi penurunan imunitas sebelum musim dingin tiba, sewaktu gelombang COVID-19 lainnya diperkirakan akan terjadi.