Vaksin Merah Putih Segera “Berkibar”

Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Universitas Airlangga, kini sudah pada tahap uji klinik II dan diharapkan sudah bisa diproduksi massal pada pertengahan 2022.

DI TENGAH tren makin turunnya penambahan kasus harian dan kematian akibat paparan Covid-19, muncul berita menggembirakan, vaksin Merah Putih (MP) dijadwalkan bisa diproduksi massal,  medio 2022.

Hasil uji praklinik pada hewan terhadap vaksin MP yang dikembangkan Universitas Airlangga, Surabaya, kata Menkes Budi Gunadi Sadikin (Kompas, 9/11), cukup bagus dan kini dilanjutkan dengan uji klinis pada manusia.

Vaksin MP menggunakan platform isolat virus yang bertransmisi di Indonesia melalui sub unit protein yang dikembangkan untuk menciptakan kemandirian pemenuhan kebutuhan vaksin nasional ke depannya.

Sejauh ini, Indonesia memasok sejumlah vaksin seperti Sinofac dan Sinopharm dari China, Pfizer, Moderna dan Novavax (AS) serta  Oxford- AstraZeneca (Inggeris), baik melalui kerjasama bilateral mau pun multilateral (Covax) melibatkan 184 negara.

Menurut sumber dari kemenkes dan Kompas, penyuntikan bakal vaksin MP pada hewan transgenik yang didatangkan dari AS dilakukan (9/4), lalu uji praklinik (18/8) yang hasilnya cukup baik dari sisi immunogenisiti, begitu pula uji praklinik  tahap kedua (5/10).

Pada uji klinik tahap pertama, vaksin disuntikkan pada 100 relawan untuk melihat apek keamanannya dan pada tahap kedua, pada 400 orang  untuk melihat imunogenisitasnya, lalu tahap ketiga terkait efikasinya.

Sementara itu program vaksinasi untuk menciptakan herd immunity bagi 208 juta orang atau 80 persen penduduk Indonesia saat ini (sampai 9/11) sudah  mencapai 126,8 juta orang untuk dosis pertama (50 persen) dan 80,4 juta orang dosis kedua (36,8 persen.

Tren penambahan harian Covid-19 juga terus turun sejak akhir Oktober lalu, tercatat 244 kasus (8/11) dibandingkan puncaknya 16.757 kasus (15/7) dan 12 kematian dibandingkan puncaknya 2.069 orang (27/7).

Yang mencemaskan, saat ini terjadi gelombang serangan baru Covid-19 di AS, negara-negara Eropa dan juga tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand, bahkan Vietnam yang sebelumnya zero kasus mulai terpapar akibat munculnya varian baru AY 4.2.

“Terus patuhi prokes 3M, tingkatkan testing dan tracing, perluas dan percepat vaksinasi serta awasi ketat pintu-pintu masuk dari negara lain.