Vaksinasi Lampaui Target WHO

Program vaksinasi Indonesia saat ini sudah melampaui target WHO yakni 130,3 juta dosis pertama (64,4 persen) dan 84,1 juta orang (40,4 persen) dosis ke-2. WHO bulan September lalu hanya menargetkan 10 persen dari populasi.

ACUNGAN jempol pantas diajukan pada pemerintah Indonesia yang berkat kerja keras berhasil melampaui target vaksinasi Covid-19 yang dipatok oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Betapa tidak? Di tengah keterbatasan fasilitas, prasarana dan sarana kesehatan, masih rendahnya literasi masyarakat serta wilayah yang luas terpencar-pencar dari 17.000 pulau,  vaksinasi berhasil melampaui target WHO.

WHO menargetkan bagi setiap negara untuk memvaksinasi paling tidak 10 persen pada penduduknya sampai akhir September 2021, selanjutnya 40 persen pada akhir 2021 dan 70 persen pada pertengahan 2022.

Berdasarkan catatan Menkominfo sampai 14 November, dari sasaran 80 persen penduduk atau 208,27 juta untuk menciptakan “herd immunity” (kekebalan komunitas), sekitar 215,6 juta dosiske-1 vaksin telah disuntikkan pada 130,3 juta orang (62,5 persen dari sasaran).

Lalu, 84,1 juta penduduk sudah mendapatkan dosis ke-2 (sekitar 40,4 persen) , sedangkan suntikan ketiga atau booster juga sudah diberikan pada 1,19 juta tenaga kesehatan (81 persen) yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19.

Vaksinasi berbarengan dengan pengetatan prokes 3M dan pembatasan melalui berjilid-jilid dan level-level PPKB serta PPKM, juga program testing dan tracing, ternyata sukses mengendalikan penyebaran Covid-19.

Bayanglkan! Fasilitas kesehatan dan RS-RS rujukan Covid-19 nyaris kolaps, terjadi kekurangan pasokan oksiken tabung karena banyaknya pasien sesak nafas, begitu pula pemakaman yang mulai penuh di berbagai kota menampung korban penyakit akibat virus SARS-CoV-2 itu.

Kendala juga datang dari sebagian masyarakat yang menolak divaksin, bahkan masih ada yang tidak percaya Covid-19 ada. Jika cuma menyangkut keselamatan dan nyawa mereka saja, tentu tidak terlalu masalah, tetapi masalahnya, ulah mereka bisa mengorbankan orang lain.

Puncak serangan gelombang kedua Covid-19 terjadi pada Juli, tercermin dari jumlah penambahan harian kasus Covid-19 yang mencapai rekor pada 15 Juli dengan 56.757 kasus dan rekor angka kematian 2.069 orang pada 27 Juli.

Mulai Terkendali

Angka kasus harian dan kematian akibat Covid-19 mulai dapat dikendalikan sejak awal Oktober lalu yang terus turun hingga 17 Nov. tercatat  hanya 522 kasus baru dan 13 kematian.

Jadi sejak terdeteksi pada 2 Maret 2020, total penderita Covid-19 tercatat 4.251.95 kasus, meninggal 143.698 orang dan sembuh 4.099.857 orang.

Di balik sukses menjalankan vaksinasi, pandemi Covid-19 belum usai dan kini masih dibayangi potensi lonjakan baru jika terjadi euforia masyarakat  berupa pengabaian pada prokes, mobilitas berlebihan pada pergantian tahun.

Selain itu, varian baru Delta AY 4.2 yang kini menjangkiti sejumlah negara di Eropa dan juga negara tetangga Malaysia, Singapura dan Vietnam juga harus terus diantisipasi dan diwaspadai.

Perang melawan Covid-19 belum usai, jangan lengah dan lupa diri serta teruskan perjuangan!