Sejumlah Warga Cilacap Masih Mengungsi akibat Banjir

Ilustrasi Banjir merendam enam kecamatan di Cilacap, Jateng (17/11). Awas cuaca ekstrim sampai akhir November akibat fenomena Madden Julian Oscillation (MJO)

CILACAP – Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wilayah Majenang Edi Sapto Prihono mengatakan sebanyak 50 warga masih mengungsi akibat banjir yang melanda empat desa di Kabupaten Cilacap.

Warga yang mengungsi menurutnya berada  di Balai Desa Mulyasari sebanyak 50 jiwa, sedangkan banjir di Desa Mulyadadi, Padangsari, dan Pahonjean mulai surut.

Ia mengakui banjir di Mulyasari paling parah jika dibandingkan dengan tiga desa lainnya di Kecamatan Majenang itu karena tinggi genangan saat kejadian mencapai kisaran 70 centimeter.

Menurut dia, banjir tersebut terjadi sejak hari Rabu (17/11/2021), pukul 00.00 WIB, akibat tanggul Sungai Cikawung di Desa Karangreja, Kecamatan Cimanggu, Cilacap, sudah cukup lama jebol dan belum ada perbaikan.

“Tadi pagi di Mulyasari surutnya sudah berkisar 10-20 centimeter,” katanya.

Menurut dia, pihaknya juga telah mendirikan dapur umum bagi warga terdampak banjir.

Sementara itu, Camat Majenang Iskandar Zulkarnain mengatakan secara keseluruhan terdapat 70 rumah yang terdampak banjir dan yang paling berat di Desa Mulyasari terutama Dusun Rejasari.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Cilacap telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy terkait dengan penanganan tanggul Sungai Cikawung yang jebol karena sudah berlangsung cukup lama.

Ia mengharapkan adanya solusi berupa perbaikan tanggul yang jebol agar lebih aman dalam menghadapi musim hujan.