Iran Kutuk Sanksi Baru AS

Ilustrasi

TEHERAN РJuru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan negaranya mengecam sanksi baru AS terhadap  enam warga dan satu perusahaan Iran.

Dalam hal ini Iran membantah tudingan Amerika Serikat bahwa Iran ikut campur dalam pemilu presiden AS 2020.

“Republik Islam Iran mengutuk sanksi-sanksi baru AS yang meneruskan kebijakan tekanan maksimum (mantan presiden AS Donald) Trump yang gagal, yang merupakan tindakan tidak sah dan putus asa,” kata Khatibzadeh seperti dikutip Xinhua oleh sebuah laporan di situs Kemenlu Iran.

Sambil menyebut tudingan AS tidak berdasar, Khatibzadeh menambahkan bahwa pemerintah AS mempunyai sejarah panjang intervensi di negara lain dalam berbagai wujud untuk mengecoh opini publik.

Pada Kamis (18/11) Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi terhadap enam individu dan satu perusahaan siber Iran atas apa yang disebutnya sebagai “upaya memengaruhi” pemilu presiden AS 2020.