Waspada! Bencana dimana-mana

Banjir di Sintang Kalimantan Barat sejak 21 Oktober belum surut-surut. Sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi hujan lebat yang bisa memicu bencana hidrometeorologi. Ayo siap-siap menghadapinya!

MUSIM hujan diikuti fenomena La Nina memicu terjadinya bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Indonesia akhir-akhir ini.

Musibah teranyar yakni tanah longsor di Pagentan, Kec. Pagentan, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah pada Jumat pukul 21.30 malam (19/11) yang merenggut empat nyawa warga setempat.

Korban yakni pemilik rumah: Partini (38), puterinya (Bunga Citra Arumdani, 14) dan  ponakannya (Alfino Sudarmaji 11), serta seorang bidan yang indekos di rumahnya: Andriyani Ekowati (43).

Material longsoran sekitar 100 M3 menurut Kepala BPBD Banjarnegara Aris Sudaryanto yeng menimpa rumah Partini akibat longsornya tebing setiggi 40 meter yang berada di atas kebun jagung dan makam desa di atas rumah tersebut.

Sementara di Kab. Sintang, Kalimantan Barat, banjir akibat luapan Sungai Kapuas dan Melawi setinggi 50 cm hingga tiga meter yang terjadi sejak 21 Oktober lalu atau sebulan masih belum surut-surut.

Banjir menyebabkan 4.900 lebih keluarga atau sekitar 19.000 warga mengungsi, 77 gardu listrik terendam sehingga mengakibatkan hampir 5.000-an pelanggan PLN tidak teraliri listrik.

Perambahan hutan dan pembukaan lahan yang tak terkendali sehingga menyebabkan 516.000 Ha hutan hilang selama sepuluh tahun terakhir ini berkontribusi besar terjadinya banjir di wilayah itu.

Guyuran hujan deras juga merendam  sekitar 300 rumah sampai setinggi satu meter di tiga desa yang tersebar di Kec. Indra Makmur, Aceh Timur Jumat lalu (19/11).

Banjir juga merendam empat kecamatan di Kab. Aceh Utara yakni di desa Julok Rayeuk Selatan, Desa Jambo Labok dan Alue Le Mirah, Kab. Aceh Utara menyebabkan sekitar 2.100 warga mengungsi.

Sebelumnya, pada pekan pertama November juga terjadi sejumlah bencana hidrometeorologi yakni di Pidie, Aceh, Katingan (Kalimantan Tengah), Luwu (Sulawesi Selatan) dan Bogor (Jawa Barat).

Banjir bandang yang melanda 15 desa di Gresik dan Kota Batu, Jawa Timur yang  menewaskan tujuh orang, empat  desa di Kab. Melawi, Kalimantan Barat, sedangkan longsor juga terjadi di Kec. Telegong, Garut, Jawa Barat,

Musim penghujan kali ini ditandai dengan fenomena La Nina  akibat penurunan suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah dari kondisi normal sehingga memicu turunnya hujan di sejumlah  wilayah di Indonesia.

La Nina diprediksi meningkatkan 20 sampai 70 persen curah hujan, berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, puting beliung dan badai tropis.

Menurut prakiraan BMKG, kenaikan curah hujan akan terjadi antara November sampai Januari tahun depan di sejumlah wilayah a.l. Sumatera Bagian Selatan, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi bagian selatan, Bali hingga NTT.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Badan Geologi Kmenterian ESDM Andiani mewanti-wanti, dengan tingginya curah hujan, potensi longsor berpotensi meningkat terutama di lereng-lereng yang curam.

Risiko bencana setidaknya bisa ditekan dengan aksi mitigasi dan antisipasi serta persiapan yang lebih baik.