Puluhan Rumah di Trenggalek Rusak Diterjang Longsor

Ilustrasi Satu Dusun di Gowa dihantam longsor/ Kompas.com

TRENGGALEK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mengatakan 30 rumah warga mengalami kerusakan skala berat dan sedang selama kurun tiga pekan terakhir akibat bencana longsor.

Sekretaris BPBD Trenggalek, Tri Puspita Sari menambahkan selain mengakibatkan kerusakan rumah warga, longsor juga merusak sejumlah fasum seperti akses jalan, jembatan, hingga bangunan sekolah.

Bencana tanah longsor itu tersebar di beberapa desa di kecamatan wilayah pegunungan. Lokasi tanah longsor itu masuk dalam pemetaan sebagai daerah rawan bencana longsor.

“Berdasarkan pemetaan BPBD Trenggalek, terdapat 45 desa di 10 kecamatan yang masuk ke dalam daerah rawan longsor. Masyarakat yang tinggal di daerah tersebut diimbau untuk waspadai dan mengantisipasi ancaman tersebut selama musim hujan,” katanya.

Selain mengenai rumah, dampak bencana hidrometeorologi itu juga mengakibatkan jalan penghubung antar dusun di Desa Sumberbening Kecamatan Dongko terputus.

Akibatnya, sebanyak 14 kepala keluarga (KK) di RT 13/RW 04 Dusun Pelem terisolasi.

Sebab, jalan utama penghubung antara Dusun Pelem dengan Dusun Krajan terputus usai ambles sepanjang 15 meter dengan kedalaman 5 meter. Selain memutus konektivitas warga, jalan ambles selebar empat meter itu juga mengancam rumah di bawah jalan.

“Sebelumnya longsor juga menutup total akses jalan Kampak-Munjungan, tepatnya di Dusun Sarubasahan Desa Besuki Kecamatan Munjungan. Namun tidak berlangsung lama, jalan bisa dilalui lagi setelah petugas gabungan dibantu masyarakat membersihkan material longsor,” kata dia, dikutip Antara.