Obat Covid-19 Sudah Tersedia

Kabar gembira, obat Covid-19 Molnupiravir sudah mendapat izin BPOM untuk digunakan secara darurat pada pasien Covid-19 walau diawasi ketat oleh dokter dan pihak RS.

KABAR gembira bagi warga, obat antivirus, molnupiravir yang baru saja mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BP POM) untuk digunakan secara darurat melawan Covid-19 bisa dibeli di apotik.

Kepala BPOM Penny K Lukito saat meninjau vaksinasi penguat (booster) di Yogyakarta, Sabtu (15/1) mengemukakan, proses pengadaan dan distribusinya tentu sudah diatur oleh Kemenkes, sementara pihaknya akan memfasilitasinya.

Penny mengingatkan, obat-obat yang mendapatkan izin penggunaan darurat khususnya untuk mengatasi Covid-19 diawasi secara ketat oleh dokter dan hanya diberikan di rumah-rumah sakit besar saja.

Namun pendistribusian kapsul molnupiravir dimungkinkan melalui apotik dan juga pasien yang dikarantina mandiri di rumah-rumah jika terjadi lonjakan penyebaran Covid-19 akibat infeksi varian virus baru, Omicron.

Molnupiravir yang diproduksi oleh industri farmasi Merck Sharp and Dohme (MSD) digunakan untuk melawan Covid-19 bergejala ringan hingga sedang untuk pasien di atas usia 18 tahun.

Pasien yang diberi molnupiravir aalah mereka yang tidak memerlukan pemberian oksigen dan tidak berpotensi terjadi peningkatan risiko infeksi Covid-19 berat, dengan dosis dua kali sehari (kapsul 200 mg) empat kapsul selama lima hari.

Menurut catatan, mengingat belum ada obat khusus bagi penyembuhan Covid-19 akibat paparan virus SARS-Cov-2 terutama varian Delta dan kini varian Omicron hasil mutasi, digunakan obat antivirus flu burung dan flu babi (avigan vipipiravir dan remdevisir) serta  antimalaria (hidroqloroquin).

Bahkan vaksin-vaksin yang digunakan melawan Covid-19 saat ini seperti vaksin Sinovac, Pfizer, AstraZeneca atau Johnson & Johnson juga baru mendapatkan izin penggunaan darurat (Emergency Use of Authorization – EUE) oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Selain Indonesia, AS, Inggeris, Jepang dan Filipina sejauh ini juga sudah menggunakan molnupiravir untuk penyembuhan Covid-19.

Seperti halnya virus influenza yang menyerang ecara global mulai 1918 dan mengakibatkan sekitar 50 juta orang tewas, Covid-19 lambat laun juga diprediksi oleh para epidemiolog berubah dari pandemi menjadi penyakit musiman.

Walau trend jumlah paparan baru dan angka kematian masih terkendali, jumlah orang terpapar akibat varian Omicron juga meningkat terus, sampai Sabtu sudah mencapai 778 orang, sebagian besar para pelaku perjalanan luar negeri.

Terus waspada dan patuhi prokes 3M, Covid-19 belum berlalu.