Uni Eropa Desak Israel Hentikan Penggusuran Warga Palestina

Ilustrasi Rumah warga Palestina dihancurkan oleh pasukan Israel Senin (22/7/2019)/ EPA

YERUSALEM – Uni Eropa mengecam pengusiran keluarga Palestina oleh Israel  di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem.

Uni Eropa dalam pernyataannya mengatakan perluasan pemukiman, pembongkaran dan penggusuran adalah ilegal menurut hukum internasional, mengancam kelangsungan solusi dua negara, mengurangi prospek perdamaian abadi.

Kemudian Uni Eropa menekankan, pengusiran lebih lanjut keluarga Palestina dari rumah yang telah mereka tinggali selama beberapa dekade di lingkungan Sheikh Jarrah dan Silwan menimbulkan risiko memicu ketegangan di lapangan.

Uni Eropa pun mendesak Israel untuk menghentikan rencana pembangunan saluran terowongan air dan 1.450 unit rumah di Yerusalem, tepatnya di antara lingkungan Har Homa serta Givat Hamatos. “(Rencana) pembangunan itu akan semakin merusak kemungkinan Yerusalem menjadi ibu kota masa depan kedua negara (Israel-Palestina),” kata Uni Eropa.

Pada Rabu lalu, kepolisian Israel menghancurkan rumah milik keluarga Salhiya, warga Palestina yang tinggal di Sheikh Jarrah. “Polisi Israel menyelesaikan eksekusi perintah penggusuran bangunan ilegal yang dibangun di lahan yang diperuntukkan bagi sekolah anak-anak berkebutuhan khusus dari Yerusalem Timur,” kata kepolisian Israel dalam sebuah pernyataan, dikutip laman Al Arabiya.

Menurut kepolisian Israel, keluarga Salhiya telah diberi sangat banyak kesempatan untuk menyerahkan tanahnya dengan persetujuan. Selain digusur, sebanyak 18 anggota keluarga Salhiya dan pendukungnya ditangkap. Mereka dianggap melanggar perintah pengadilan dan mengganggu ketertiban umum.