Belum Terkonfirmasi, Penyebab Hepatitis Anak

Penyelidikan di lab FKUI di Jakarta terus dilakukan untuk memastikan sumber hepatitis yang menyerang 15 anak di Indonesia.

SEJAUH ini belum bisa dipastikan jenis hepatitis yang menyerang belasan anak di sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk tiga yang meninggal di Jakarta dan masing-masing satu di Tulungagung, Jawa Timur dan Solok, Sumatera Barat.

Laboratorium yang hanya ada di RS Ciptomanguankusumo RS Sulianti Saroso, Jakarta merupakan salah satu kendala untuk memastikan jenis hepatitis akut misterius tersebut secepatnya.

Sampai saat ini sudah  15 korban dirawat yakni 11 orang di wilayah DKI Jakarta,  dan  masing-masing satu di Sumatera Barat, Bangka Belitung, Jawa Barat dan Jawa Timur, seluruhnya pada rentang usia antara satu hingga 17 tahun.

Ke-15 pasien suspek hepatitis akut tersebut belum bisa dilacak asal-usul atau sumber penularannya karena terkendala laboratorium sehingga belum bisa dikategorikan sebagai probable hepatitis.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan, kasus yang diduga hepatitis akut masuk kategori probable jika dari hasil pemeriksaan lab tidak ditemukan virus hepatitis A,B,C,D dan E, selain dari pemeriksaan enzim hati (SGOT/SGPT) tidak lebih dari 500 International Unit per liter (IU/L).

Sejauh ini tujuh specimen sudah diterima lab Fak. Kedokteran Universitas Indonesia, dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan reagen guna mendapatkan berbaga mikroorganisme, respons kekebalan tubuh serta kultur vrtus.

Reagen tersebut nantinya akan disebarkan ke sejumlah laboratorium di  tempat lain sehingga kapasitas pemeriksaan dapat lebih ditingkatkan lagi.

Mengingat, hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak rentan usia satu sampai 16 tahun sudah menyebar di 20 negara dan sudah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh WHO, antisipasi penyebarannya agar tidak meningkat menjadi wabah, lalu endemik sampai ke pandemik perlu dilakukan secara serius.

Dept. Mikrobiologi FKUI Budiman Bela (Kompas, 13/5) mengemukakan, specimen klinik kasus yang diduga merupakan hepatitis akut tersebut perlu dikelola sebaik mungkin agar bisa dimanfaatkan untuk memastikan penyebab penyakit.

Selanjutnya specimen berupa darah, cairan saluran napas dan urine akan dikembangkan untuk nenentukan sistem diagnostik dan juga pengembangan obat-obatan penangkalnya.

Suspekt Hepatitis akut misterius sejauh ini sudah memaar sekitar 228 anak-anak usia satu sampai 16 tahun di 20 negara dan sudah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh WHO.

Untuk itu, upaya untuk memastikan sumber penyakit berpacu dengan waktu agar tidak berkembang menjadi wabah, endemi sampai pandemi seperti halnya Covid-19.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Wacana PJJ, Antisipasi Hepatitis Anak