Memperingati Nakba

Memperingati nakba. Foto: BBC

JAKARTA – Setiap tahun pada tanggal 15 Mei, orang-orang Palestina memperingati Nakba, bencana yang terus berlanjut sejak tahun 1948.

Nakba adalah akar penyebab dari apa yang kita saksikan hari ini di Palestina yang diduduki. Ini adalah akar penyebab penderitaan rakyat Palestina yang berkelanjutan. Nakba mengacu pada pengusiran masal dan pembersihan etnis dari orang-orang, kota, dan desa kami di tangan kelompok pemukim Yahudi ekstremis.

Memperingati Nakba. Foto: ist

Penduduk Palestina yang dipindahkan secara paksa dan tidak pernah diizinkan untuk kembali. Nakba bukanlah peristiwa masa lalu, namun hal itu sedang berlangsung. Bagi Israel, mengambil alih Palestina yang dengan kekerasan tidak cukup, tapi ada pencurian tanah, pengusiran dan penindasan tidak pernah berhenti selama satu hari.

Proyek kolonial pemukim Israel di Palestina telah berusaha sejak awal untuk memindahkan orang-orang Palestina dari rumah dan tanah mereka, dan untuk menggantikan mereka dengan orang-orang Yahudi Israel. Eskalasi dan serangan terhadap rakyat Palestina saat ini hanya dapat dipahami dalam konteks ini. Semua organisasi hak asasi manusia arus utama sekarang setuju pada kenyataan bahwa kita hidup di bawah situasi apartheid, dan kejahatan yang dilakukan terhadap warga Palestina adalah kejahatan perang. Serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Masjid Suci Al-Agsa di Yerusalem selama Ramadan. Selain itu, ketika orang-orang Palestina merayakan Paskah Ortodoks, ada upaya yang disengaja oleh kekuatan pendudukan untuk mengobarkan api lebih jauh.

Selain itu, yang terbaru Jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, dibunuh oleh pasukan Israel di Jenin, saat meliput operasi pasukan keamanan Israel di Tepi Barat, hal tersebut sangat mengejutkan.

Memperingati nakba. Foto: BBC

Sudah waktunya untuk mengakui bahwa jika suatu negara sebagian besar dijadikan pengungsi, berada di bawah pendudukan asing, terbatas pada sebidang tanah yang terus menyusut, berada di bawah ancaman permanen kelompok pemukim bersenjata, seseorang tidak dapat tetap ‘netral’.

Kami mohon kepada Pemerintah Indonesia dan seluruh pendukung kemerdekaan Palestina di negeri ini untuk campur tangan dan mengaktifkan mekanisme hukum internasional dan hukum humaniter internasional untuk menahan Israel.

Komunitas internasional harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membantu pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel.