Mengenal Subvarian Centaurus B2.75

Subvarian Omicron B2.75 atau Centarurus asal India dideteksi sudah masuk Indonesia. Awas puncak lonjakan Covid Agustus nanti.

SUBVARIAN virus Omicron B2.75 yang disebut centaurus dilaporkan sudah terdeteksi di Indonesia pertengahan Juli lalu, namun sejauh ini diketahui gejalanya ringan.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2P) Kemenkes Maxi Rondonuwu menyebutkan, subvarian B2.75  Centaurus yang ditemukan di India Mei lalu ditemukan dari dua kasus penularan dari luar negeri di Bali dan satu kasus penularan lokal di Jakarta.

Saat ini subvarian Centaurus oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) masuk kategori “Variant of Concern” yang diawasi ketat, sementara gejalanya, ringan, sama dengan subvarian Omicron terdahulu yakni BA.4 dan BA.5 yang sudah menyebar di puluhan negara dana mendominasi paparan Covid-19 saat ini.

Gejala umum orang terpapar virus B2.75 a.l.batuk, demam, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala atau pusing serta cepat menularkan pada orang lain, juga menginfeksi ulang, baik bagi orang yang pernah terinfeksi mau pun yang sudah divaksin, walau fatalitasnya rendah.

Tentu saja,a vaksinasi tetap perlu dilanjutkan, karena bagi yang sudah pernah terpapar Covid-19, jika terkena lagi, lebih ringan dari yang belum divaksin.

Saat ini pemerintah juga sedang melakukan vaksinasi penguat (booster) kedua, khususnya bagi sekitar 1,5 juta nakes, khususnya dokter  yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19.

Sampai 31 Juli, ’22 vaksin dosis pertama sudah diberikan pada 202.478.708 juta orang (97,22 persen), dosis kedua 170.079.599 orang  (81,66 persen ) dan booster atau penguat 56.107.904 (26,94 persen).

Puncak Covid-19 sendiri yang semula diperdiksi akan terjadi pada akhir Juli sampai 20-ribuan kasus sehari, molor sampai akhir Agustus, karena terjadi lonjakan dari jamaah haji akibat penularan saat di perjalanan.

Pada dua hari terakhir ini, (30 dan 31 Juli), angka penyebaran harian Covid-19 yakni 5.831 dan 5.348 kasus atau turun dibandingkan tiga hari sebelumnya (29 – 30 Juli) yakni 6.438, 6.353 dan 5.831 kasus).

Angka kematian harian juga relatif stabil, belasan orang pada beberapa hari terakhir ini walau ada kenaikan dibandingkan rata-rata di bawah 10 orang sejak pertengahan Mei.

Covid-19 belum berakhir, tetap patuhi Prokes!