Hipotesis Penyebab Fajri Obesitas Menurut Tim Medis RSCM

JAKARTA – Tim medis Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Cipto Mangunkusumo Jakarta mengemukakan beberapa hipotesis mengenai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap obesitas pasien Moch Fajri Rifana, mulai dari kecelakaan yang dialami hingga faktor genetik.

Direktur Utama RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta, Lies Dina Liastuti, menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, pola makan yang berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan peningkatan berat badan.

Namun, dalam kasus Fajri, keadaan tubuhnya telah mencapai tingkat kebesaran yang luar biasa.

Tim medis belum dapat menentukan berat badan pasti pasien karena melebihi kapasitas timbangan standar dengan batas maksimal 150 kg.

Namun, diperkirakan berat badan pasien melebihi 260 kg dengan lebar tubuh saat tidur terlentang mencapai 1,7 meter.

Salah satu hipotesis yang muncul dari kasus ini adalah riwayat kecelakaan yang dialami Fajri tiga tahun yang lalu, seperti yang diceritakan oleh keluarganya. Sejak saat itu, Fajri jarang melakukan aktivitas karena sering terbaring di tempat tidur.

“Jelas ketika kami mendengar cerita dari keluarganya bahwa dia mengalami kecelakaan dan menjadi tidak dapat bergerak, itu mengganggu metabolismenya, menyebabkan penurunan kecepatan metabolisme, dan memudahkan peningkatan berat badan,” ujar Lies Dina Liastuti.

Dokter ahli gizi dari RSCM Jakarta, Nurul, menjelaskan bahwa kasus yang dialami oleh Fajri juga dapat disebabkan oleh gangguan hormon yang terkait dengan rasa kenyang dan lapar. Ada kecenderungan untuk terus makan tanpa henti.

“Obesitas adalah akumulasi lemak di dalam tubuh yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan makanan dan pengeluaran energi, sehingga lemak tersebut disimpan,” katanya.

Selain itu, kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik yang saat ini masih dalam proses penelitian lebih lanjut.

Fajri adalah seorang pasien obesitas yang sebelumnya dirujuk dari RSU Kota Tangerang dan tiba di RSCM pada Jumat (9/6/2023) malam. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan untuk beraktivitas karena akumulasi lemak yang berlebih di tubuhnya.

Sumber: Antara

Advertisement