Happy End Pilot Mark Mehrtens

Pilot Susi AIr Philip Mark Mehrtens yang disekap OPM 19 bulan di hutan belantara Papua, akhirnya dibebaskan, Sabtu (21/9).

Disekap OPM, berpindah pindah  lokasi di hutan belantara Papua di tengah ancaman peluru, baik oleh kelompok penyandera maupun pasukan TNI yang berupaya membebaskannya, pasti sangat menegangkan dan mencemaskan.

Penantian panjang dialami pilot Susi Air asal Selandia Baru Phillip Mark Mehrtens disandera kelompok bersenjata pimpinan Egianus Kogoya selama 19 bulan sejak 7 Februari 2023 di tengah berbagai upaya pembebasan oleh Satgas Operasi Damai Cartens TNI – Polri.

Pada hari nahas yang mengawali penyenderaan, pesawat yan dibawa Mehrtens dibakar  oleh para pelaku begitu mendarat di Lapangan Terbang Paro, Nduga, Papua, Selasa 7 Feb. 2023 pukul 06.17 WIT. Lima penumpang berhasil dievakuasi, selain Mehrtens yang dibawa kabur ke hutan oleh para pelaku.

Mehrtens meluapkan kegembiraan dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantunya bisa pulang ke rumah setelah disandera oleh kelompok militer OPM selama 18 bulan.

“Saya senang sekali sudah bisa sehat pulang. Sekali lagi, terima kasih semua orang yang bantu dengan bantuan,” kata Mehrtens saat konferensi pers bersama aparat gabungan TNI-Polri, Sabtu (21/9).

“Hari ini saya keluar dalam kondisi baik-baik saja dan sehat. Terima kasih semua,” katanya disertai tepuk tangan.

Sementara Presiden Joko Widodo menyebutkan, pembebasan Kapten Phillip Mehrtens yang disandera kelompok OPM merupakan proses negosiasi sangat panjang dan menunjukkan kesabaran aparat untuk tidak melakukan tindakan  represif.

“Yang kita prioritaskan keselamadari pilot yang disandera. Jadi, proses panjang yang telah dilakukan TNI dan Polri saya kira sangat baik, saya sangat mengapresiasi,” kata presiden.

Setelah dijemput dari Kampung Yuguru, Distrik Maiborok, Kabupaten Nduga, Pilot Phillip menjalani pemeriksaan kesehatan di Timika. Kabar terakhir, ia diterbangkan ke Jakarta.

Dibebaskan

Setelah 1,9 tahun dalam sekapan sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Egianus Kogoya, pilot asal Selandia Baru Phillip Mark Mehrtens baru kembali mengecap udara bebas.

BBC News Indonesia menerima sejumlah foto Philip bersama dengan pejabat keamanan Indonesia di Papua. Phillip tampak kurus, mata kuyu, dengan jenggot lebat.

Menurut keterangan otoritas Indonesia, Phillip dibebaskan pada Sabtu (21/9/2024) melalui Tim Gabungan TNI-Polri tergabung dalam Satgas Damai Cartenz 2024.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2024 AKBP Bayu Suseno menjelaskan, pilot Phillip berhasil dibebaskan dan dijemput oleh tim gabungan bertempat di Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, Kabupaten Nduga, dan langsung diterbangkan menuju Mako Brimob Batalyon B/Timika.

Phillip langsung dibawa ke ruangan khusus untuk dilakukan mitigasi medis sekaligus memastikan kondisi psikologis Pilot Philip dalam keadaan stabil.

Sementara Kaops Damai Cartenz 2024 Brigjen Pol Faizal Ramadhani mengeklaim, selama ini pihaknya menggunakan pendekatan lunak dalam upaya pembebasan Pilot Phillip.

“Kami mengedepankan pendekatan melalui tokoh agama, tokoh gereja, tokoh adat, dan keluarga dekat dari Egianus Kogoya.

Pendekatan ini penting dilakukan untuk meminimalisir jatuhnya korban jiwa baik dari aparat, masyarakat sipil dan sekaligus menjaga keselamatan dari pilot itu sendiri” jelas Faizal.

Sebalknya dalam keterangan terpisah, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) sebelumnya berjanji akan membebaskan Philip Mehrtens “dengan aman dan sesuai dengan standar internasional untuk perlindungan hak asasi manusia”.

“Kami, TPNPB tetap berkomitmen untuk menegakkan nilai-nilai perdamaian, rasa hormat, dan martabat ,” kata Jubir  TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam keterangan tertulisnya.

Saat dihubungi mengenai pembebasan Kapten Phillip, Sebby mengatakan, belum mau berkomentar. “Ini  proses negosiasi yang sangat panjang

“Tidak ada komentar, nanti ada penyataa resmi dari komando pertahanan,” kata juru bicara TPNBP-OPM, Sebby Sambom, saat dihubungi BBC News Indonesia.

 

Sudah direncanakan OPM

TPNPB, sayap militer OPMmengumumkan rencana pembebasan Mehrtens pada 17 September lalu. Saat itu, juru bicara TPNPB menegaskan pihaknya berinisiatif membebaskan Mehrtens “demi kemanusiaan”, bukan karena usaha pemerintah RI.

BBC News Indonesia juga telah menghubungi Kementerian Luar Negeri Selandia Baru untuk mendapatkan informasi lebih detail terkait pembebasan Phillip Marthens, namun, Menlu Winston Peters belum bersedia menerima wawancara pers.

Dalam keterangan yang dikutip dari media di Selandia Baru, Winston Peters mengutarakan kebahagiaannya bahwa Mehrtens kini dalam kondisi aman.

“Kami senang dan lega mengonfirmasi bahwa Phillip Mehrtens aman dan sehat serta telah dapat berbicara dengan keluarganya dan berita ini pasti sangat melegakan bagi teman-teman dan orang-orang yang dicintainya,” kata Peters, seperti dikutip Stuff.

Menurut Peters, berbagai lembaga pemerintah Selandia Baru telah bekerja sama dengan otoritas Indonesia untuk mengamankan pembebasan Mehrtens.

“Para staf Kementerian Luar Negeri dan Perdagangandi Indonesia dan Wellington telah memimpin upaya berkelanjutan  untuk membebaskan Phillip Mehrtens dan juga membantu keluarganya,” kata Peters.

Sementara pendiri Susi Air, Susi Pudjiastuti dalam akun X pribadinya mengutarakan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pembebasan pilot Mehrtens.

“Alhamdulillah hirabbil Alamiin. Mendapat Kabar Captain Pilot Phillip Mehrtens telah kembali, sudah berada di Timika,” kata Susi, Sabtu (21/9).

Acungan jempol pantas diberikan pada semua pihak, karena tidak ada darah tertumpah dalam operasi pembebasan Mehrtens yang sangat melelahkan, menguras energi, dana dan daya pihak-pihak yang terlibat.

Ke depannya, keamanan di lapangan-lapangan udara terpenci yang digunakan menembus isolasi di pelosok-pelosok Papua dan Papua Barat hendaknya lebih ditingkatkan (BBC/ns).

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here