LIMAPULUH KOTA – Memasuki hari keempat setelah terjadinya banjir, bantuan belum juga datang pada ribuan warga di tiga nagari (desa adat) di Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), sehingga mereka terancam kelaparan.
Camat Kapur IX, Andri Yasmen mengatakan saat ini ada tiga nagari yang masih terisolasi, yakni Galugua, Tanjuang Jajaran, serta Koto Lamo.
Meski masyarakat di tiga nagari itu tidak terdampak akibat banjir, namun karena akses satu-satunya menuju kecamatan tersebut putus total membuat warga tidak bisa mendapatkan pasokan kebutuhan pangan.
“Jalan menuju tiga nagari masih putus dan kini masyarakat disana masih terisolasi akibatnya masyarakat yang hendak menuju ke pasar di Nagari Sialang atau ibukota kecamatan tidak ditempuh sehingga pasokan pangan dan kebutuhan harian masyarakat sudah menipis. Kini mereka sangat butuh bantuan,” jelasnya.
Untuk menuju Nagari Koto Lamo, saat ini baru masuk satu unit alat berat yang akan memperbaiki akses jalan. Sementara masyarakat Galugua dan Tanjung Jajaran juga sudah menerima bantuan dari tim dengan cara berjalan kaki.
Sehingganya pasokan makanan untuk masyarakat pada tiga nagari tersebut hanya mengharapkan dari bantuan.
Selain itu ada sekitar 20 kepala keluarga di Nagari Muaro Peiti yang masih tinggal di posko pengungsian, mereka tidak dapat kembali ke rumahnya akibat rumah tempat tinggalnya tidak bisa dihuni disebabkan roboh diterjang banjir.
“Di samping akses jalan mulai diperbaiki juga masih ada masyarakat yang tinggal di pengungsian karena tempat tinggalnya tidak layak huni pasca banjir. Kemudian juga lahan pertanian gagal panen akibat,” tambah dia, dilaporkan Antara.





