MALI (KBK)– Pasukan keamanan Perancis dan AS berhasil melaksanakan operasi penyelamatan di sebuah hotel bintang lima di ibukota Mali, Bamako setelah orang-orang bersenjata menyerbu dan menyandera 170 orang.
Televisi pemerintah Mali melaporkan, Jumat (20/11/2015) bahwa 27 orang dan tiga penyerang tewas dalam serangan di Radisson Blu Hotel.
Pasukan khusus AS membantu menyelamatkan setidaknya enam orang Amerika, seorang juru bicara militer mengatakan kepada wartawan di Washington.
Rekaman juga menunjukkan pasukan keamanan Perancis di tempat kejadian dan saksi juga melihat adanya pasukan PBB.
Al-Mourabitoun, kelompok bersenjata yang memiliki hubungan dengan al-Qaeda, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Sebelumnya, para penyandera menuntut agar pemerintah Mali melepaskan anggotanya di penjara Bamako dan agresi terhadap rakyat utara Mali dihentikan.
Para penyerang dapat lancar masuk ke hotel setelah mengakali petugas keamanan dengan menggunakan kendaraan berplat nomor diplomatik.
“Sekitar 10 orang bersenjata tiba pagi dan menembak semua penjaga di depan Radisson,” kata pemilik usaha Garba Konate kepada Al Jazeera.
Beberapa saksi mengatakan kepada media bahwa beberapa sandera dibebaskan oleh penyerang setelah membaca ayat-ayat Al-Quran.
Sekitar 20 warga negara India berada di dalam, juru bicara kementerian luar negeri India Vikas Swarup mengatakan dalam tweet, tapi mereka kemudian dibebaskan. Tujuh warga negara Tiongkok juga menjadi sandera, kata kantor berita negara Xinhua.
Juga ikut menjadi sandera crew dari Turki Airlines dan Air France.




