Aturan Ketat Negara Balkan, Hadapkan Pengungsi pada Suhu Dingin Ekstrim

ilustrasi/Foto: Al Jazeera

BALKAN (KBK) –  Badan Bantuan PBB untuk pengungsi mengingatkan, aturan baru yang diterapkan kepada para pengungsi yang datang ke Eropa dengan kontrol perbatasan sangat ketat, setelah serangan Paris, hanya akan membuat ratusan pengungsi yang terlantar di luar akan dihantam suhu musim dingin.

Negara-negara Balkan, Makedonia, Serbia, Kroasia dan Slovenia mulai mengelompokkan pengungsi berdasarkan kewarganegaraan mereka, mereka mengelompokkan pengungsi dari Suriah, Irak dan Afghanistan, sementara menolak kedatangan orang-orang Afrika dan Asia.

Langkah-langkah tersebut menciptakan ketegangan baru di perlintasan perbatasan dan membuat beberapa keluarga terlantar tanpa tempat tinggal yang memadai.

Adrian Edwards, Juru Bicara UNHCR mengatakan, mereka meminta negara-negara Balkan untuk memperluas kapasitas penampungan mereka.

“Dengan banyaknya orang terlantar tanpa mendapat tempat berlindung, ini juga menyulitkan bagi badan bantuan mencukupi kebutuhan mereka,” jelas Adrian.

Adrian juga mengingatkan, tindakan tersebut juga membuat maraknya penyelundupan dan penjualan dokumen perjalanan palsu dari Suriah di pasar gelap.

Direktur Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Eropa, Simon Missirim juga mengingatkan ancaman suhu ekstrim akan membahayakan pengungsi.

“Musim dingin tampaknya akan tiba dalam beberapa hari ke depan, menempatkan pengungsi hidup dalam risiko”, kata Simon.

Menurut laporan Al Jazeera, Sabtu (21/11/2015), sekitar 846.000 pengungsi telah sampai di Eropa tahun ini.

Advertisement