spot_img

Amicus Curiae, apakah?

MENJELANG ketetapan hasil sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) oleh Mahkamah Konstitusi (MK), Senin 22 April, sejumlah kalangan, akademisi dan politisi mengajukan kesaksian yang bisa dijadikan bahan pertimbangan majelis hakim.

Sudah ada 33 pihak dan 14 tambahan lagi yang mengajukan diri sebagai amicus curiae (AC) atau sahabat pengadilan yang berniat menyumbangkan pemikiran atau dukungannya pada persidangan sengketa terkait penyelenggaraan Pemilu 2024 itu.

Dalam bahasa Indonesia, AC lebih dikenal sebagai sahabat pengadilan atau friends of court. Pendapat yang muncul dari AC nantinya dapat digunakan untuk memperkuat analisis hukum dan  bahan pertimbangan hakim.

Salah satu pengaju AC, Benny Parapat selaku perwakilan rohaniawan dan masyrakat sipil menyebutkan, tujuan mereka adalah untuk memberikan support penuh bagi MK agar memutuskan perkara PHPU yang memberikan rasa keadilan bagi seluruh rakyat.

Sementara Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara yang juga ikut mengajukan AC menyatakan, pihaknya memohon agar para hakim  MK mengembalikan rasa kepercayaan rakyat pada institusi hukum di Indonesia.

PHPU sendiri digelar oleh MK terkait gugatan paslon Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar dan paslon Ganjar Pranowo – Mahfud MD terkait dugaan terjadinya pelanggaran secara terstruktur, sistemaris dan masif (TSM) dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024.

Tentu saja pengajuan AC dipertanyakan kubu paslon Prabowo Subianto dan Girbran Rakabuming Raka yang memenangi pilpres 2024 dengan perolehan mayoritas suara (58,6 persen) dan kini tinggal menanti pengesahan MK.

Tidak ada pelanggaran

Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Gibran, Habiburrahman misalnya, menyebutkan, proses persidangan sudah berjalan, termasuk kesaksian empat menteri yang semuanya menyebutkan tidak ada pelanggaran secara TSM atau anomali dalam pemilu lalu.

“Ada 98 juta orang yang memilih paslon Prabowo-Gibran. Jika ada yang galau karena hasil pilpres tidak sesuai harapan mereka, bukan berarti telah terjadi kecurangan, “ ujarnya.

Sejumlah kritik juga muncul terhadap Ketum PDI-P Megawati Soekarno Putri yang juga ikut mengajukan AC, padahal paslon Ganjar-Gibran yang diusungnya yang mengajukan gugatan hasil pemilu pada MK untuk menggelar sidang PHPU.

“Kedudukan Mega sebagai pengaju Amicus Curiae tidak pas, karena dia juga bagian dari para pihak yang bersengketa (mewakili salah satu paslon-red). Ini namanya intervensi politik, “ tutur lawan-lawan politiknya.

Ketetapan sidang PHPU yang akan diumumkan MK, menolak gugatan paslon Anies-Muhaimin dan Ganjar-Gibran, menerima sebagian atau seluruh gugatan (sehingga Pemilu diulang) akan diumumkan, Senin 22 April.

Selanjutnya, apakah hiruk-pikuk dan kontroversi panggung politik di negeri ini akan berakhir atau berlanjut, mari kita tunggu!

 

 

 

 

 

 

 

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles