Antisipasi Terulangnya Tragedi Brexit, Ini yang Harus Disiapkan Pemudik

Kemacetan parah di tol Brebes Exit (Brexit)/ Poskotanews

JAKARTA – Tragedi kemacetan parah di pintu keluar Tol Brebes Timur atau Brebes Exit (Brexit) pada 2016, diharapkan tidak akan pernah terjadi lagi di musim mudik tahun-tahun berikutnya.

Sebanyak 17 pemudik kala itu dilaporkan meninggal dunia akibat terjebak kemacetan selama puluhan jam di tol pertama Trans Jawa itu, dan Brexit menjadi momen terburuk dalam sejarah tradisi mudik di Indonesia.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, untuk mengantisipasi tidak terulangnya tragedi tersebut, semua kementerian dan lembaga sudah siap mengantisipasi. Namun dia juga mengatakan jika masyarakat juga harus siap menghadapi situasi dan melakukan antisipasi.

Moeldoko menggarisbawahi pentingnya upaya membangun kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat untuk menghadapi kemungkinan terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan selama perjalanan.

“Sangat penting untuk sedia payung sebelum hujan. (Masyarakat) perlu menyiapkan makanan, minuman, mobilnya disiapkan, BBM juga harus penuh. Jangan sampai ada kemacetan nanti tidak siap,” kata Moeldoko.

Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Tulus Abadi, beberapa hal harus diwaspadai dan bisa dilakukan pemudik.

Pertama, mudik lebih awal sebagai pilihan paling ideal, khususnya untuk menghindari arus puncak mudik yang diperkirakan terjadi pada H-4, Sabtu 6 April 2024.

Kedua, kecelakaan di jalan tol, terutama kecelakaan yang mengakibatkan kefatalan yakni cacat tetap atau meninggal dunia. Perlu diingat bahwa lebih dari 70 persen kecelakaan di jalan tol adalah faktor manusia, misalnya mengantuk. Selain itu aspek keandalan kendaraan, terutama ban pecah. Oleh karena itu, kata dia, harus dipastikan kondisi sopir sehat dan cukup istirahat.

Selain ia mengingatkan jangan menggunakan ban gundul atau vulkanisir, karena risikonya tinggi. Banyak kasus kecelakaan di jalan tol karena dipicu oleh fenomena aquaplaning yakni manakala ban tidak bisa mencengkeram dengan kuat karena jalanan yang basah atau karena bannya gundul.

Apalagi, menurut prediksi BMKG, prosesi mudik akan diwarnai oleh fenomena cuaca ekstrem.

Ketiga, saldo kartu pemudik harus cukup. Ketika saldo kurang, otomatis ada waktu jeda bagi pengguna untuk mengisi saldo kartu tol sehingga dapat memicu kemacetan panjang.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here