31.9 C
Jakarta
Selasa, 28 September 2021

Saatnya Kembali Menyayangi Alam

Memilukan dan menyayat hati saat kita saksikan asap mengurung saudara-saudara kita di sekitar Pekanbaru dan Sumatera. Kita pun tergerak untuk mendoakan dan membantu semampunya,...

Tuhan Selalu Tampil Beda

Ada sejumlah orang yang ingin melihat wujud Tuhan. Mereka belum bisa menerima ajaran agama, sebelum melihat atau mendengar dan atau berdialog sendiri dengan-Nya. Mereka...

Supersemar: Komunikasi Politik ala Jawa yang Canggih

Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar), Hari Peringatan Kesaktian (Hapsak) Pancasila 1 Oktober 1965, dan G30S/PKI 1965 berkaitan erat. Supersemar dari Presiden Soekarno memberi...

Pancasila di Mana Saktinya?

Berbicara tentang kesaktian di era digital teknologi kini bisa membuat orang tertawa geli. Hal itu dianggap kuno atau “jadul” (jaman dulu). Sekarang orang maunya...

30 September 1948: Madiun Direbut TNI

Tanggal 30 September 1948, kota Madiun, Jawa Timur, berhasil direbut TNI dari tangan para  pemberontak PKI, demikian tulis wartawan senior, mantan Wapemred Sinar Harapan,...

Bung Hatta: ”Desakan Gaib” untuk Ingatkan Pemimpin RI

Bukan tanpa maksud para perumus dasar falsafah negara Indonesia, Pancasila, menetapkan sila pertama berbunyi  “Ketuhanan Yang Maha Esa”, yang kemudian diikuti empat sila berikutnya...

Belajar dari Penerima Manfaat

Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke klinik LKC (Layanan Kesehatan Cuma-cuma) Dompet Dhuafa di Ciputat. Saya bertemu dengan seorang kakek yang usianya sekitar...

SENYUM PAGI

Korupsi Proyek Mesjid

MESJID adalah  rumah suci, dibangun dengan niat suci. Tapi di Palembang, ada Kepala Daerah yang membangun mesjid dicemari niat kotor! Bagaimana mungkin dan sungguh kebangetan, seorang Alex Noerdin saat menjabat Gubernur Sumsel menjadi raja tega dengan mengkorupsi dana pembangunan mesjid. Mesjid Raya Palembang bernama...

WAYANG PARODI

SESAJI RAJA NGAYA (4)

BAGAIMANA tidak pusing, Prabu Gandis Basuwedo terlalu ngempukke wesi alias memudahkan persoalan. Dia pikir mengumpulkan uang Rp 1 triliun di dunia wayang itu mudah? Teorinya sih, dari 100 negara yang ditargetkan, peminatnya bisa lebih. Dan kelebihan itu pasti masuk kantong. Sedangkan nantinya, Betara Kalla...