27.8 C
Jakarta
Sabtu, 16 Oktober 2021

Saatnya Kembali Menyayangi Alam

Memilukan dan menyayat hati saat kita saksikan asap mengurung saudara-saudara kita di sekitar Pekanbaru dan Sumatera. Kita pun tergerak untuk mendoakan dan membantu semampunya,...

Tuhan Selalu Tampil Beda

Ada sejumlah orang yang ingin melihat wujud Tuhan. Mereka belum bisa menerima ajaran agama, sebelum melihat atau mendengar dan atau berdialog sendiri dengan-Nya. Mereka...

Supersemar: Komunikasi Politik ala Jawa yang Canggih

Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar), Hari Peringatan Kesaktian (Hapsak) Pancasila 1 Oktober 1965, dan G30S/PKI 1965 berkaitan erat. Supersemar dari Presiden Soekarno memberi...

Pancasila di Mana Saktinya?

Berbicara tentang kesaktian di era digital teknologi kini bisa membuat orang tertawa geli. Hal itu dianggap kuno atau “jadul” (jaman dulu). Sekarang orang maunya...

30 September 1948: Madiun Direbut TNI

Tanggal 30 September 1948, kota Madiun, Jawa Timur, berhasil direbut TNI dari tangan para  pemberontak PKI, demikian tulis wartawan senior, mantan Wapemred Sinar Harapan,...

Bung Hatta: ”Desakan Gaib” untuk Ingatkan Pemimpin RI

Bukan tanpa maksud para perumus dasar falsafah negara Indonesia, Pancasila, menetapkan sila pertama berbunyi  “Ketuhanan Yang Maha Esa”, yang kemudian diikuti empat sila berikutnya...

Belajar dari Penerima Manfaat

Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke klinik LKC (Layanan Kesehatan Cuma-cuma) Dompet Dhuafa di Ciputat. Saya bertemu dengan seorang kakek yang usianya sekitar...

SENYUM PAGI

Manusia Mental Ayam

AWALNYA tersentak juga membaca berita tentang seorang ayah perkosa 3 anak kandungnya di Luwu Timur (Sulsel). Tapi dari keterangan polisi setempat dan ayah kandung sendiri, berita itu  ternyata sekedar fitnah oleh bekas istrinya. Memang tak masuk akal juga sih, masak  seorang ayah tega perkosa ...

WAYANG PARODI

DASAMUKA GUGAT (1)

BUKAN hanya kalangan dalang, semua penduduk ngercapada juga tahu bahwa Prabu Dasamuka adalah raja dur angkara (angkara murka), yang selalu berpihak pada kejahatan. Selama memerintah negeri Ngalengkadiraja, semua kebijakannya hanya pro penguasa, menindas rakyat. Dia terkenal sebagai raja yang kotok (kejam), ringan tangan dalam...