BANJARAN DURNA (1)

BAGI generasi muda sekarang yang tidak akrab dengan wayang, pasti bingung membedakan antara Pendita Durna dan Dorna Sports penyelenggara MotoGP di Mandalika yang dikomendani...

TAMAN SRIWEDARI PUTER (8)

HARI pelantikan patih Maespati yang baru telah tiba. Sayangnya Patih Suwanda bukanlah artis-selebritis, sehingga liputan oleh TV swasta hanya seperlunya, tak sampai 3 menit...

TAMAN SRIWEDARI PUTER (7)

DEMI penghematan, Bambang Sumantri menjemput Dewi Citrawati untuk dihaturkan kepada Prabu Harjuna Sasrabahu, cukup menggunakan bis pariwisata Green White saja. Rombongan pengiring dari Magada...

TAMAN SRIWEDARI PUTER (6)

TANTANGAN dari Betara Tembara ternyata sama persis dengan saran pengamat perkotaan dan pengamat lingkungan. Maka setelah memperoleh “pembekalan” dari Betara Tembara, segera Sokrasana kembali...

TAMAN SRIWEDARI PUTER (5)

DENGAN langkah gontai Bambang Sumantri pulang ke pertapan Ardisekar dengan naik bis Rosalia Indah jurusan Magada-Maespati. Biasanya perjalanan itu ditempuh dalam waktu 8 jam,...

TAMAN SRIWEDARI PUTER (4)

TUMENGGUNG Bego Mangsah tepuk jidat. Sudah kerja capek malah disalahkan. Ingin rasanya mundur saja dari Ketua Panpel. Tapi nanti jika berdampak jabatanya di komisaris...

TAMAN SRIWEDARI PUTER (3)

PUKUL 06:00 pagi kontingen Maespati tiba di depan Istana Magada. Suasana masih sepi. Ketimbang iseng Bambang Sumantri beli koran. Rupanya di negeri ini masih...

TAMAN SRIWEDARI PUTER (2)

ANAK muda sekarang memang pemberani, termasuk yang bervivery-very coloso (nyerempet bahaya) sebagaimana kata Bung Karno. Meski sudah dilarang merantau, nasihat Begawan Suwandagni hanya diiyain...

TAMAN SRIWEDARI PUTER (1)

NEGERI Magada yang dipimpin Prabu Citradarma urbanis dari Citrapuran Solo, terkenal akan kemajuannya. Karena sang prabu cinta keseragaman, nama istri diganti menjadi Citraresmi. Anak...

BEGAWAN BAHAR WISUNA (4)

BERKAT minum jamu temulawak setiap pagi SBG penguasa Jonggring Salaka sudah kembali normal, sehat lagi rosa-rosa macam Mbah Marijan. Naskah akademik revisi UU Wayang...

SENYUM PAGI

Kosongnya Rumah Kami

BUKU lama antologi (kumpulan cerpen) Robohnya Surau Kami karya AA Nafis (1924-2003) pernah diterbitkan ulang oleh penerbit PT Gramedia (2007). Nyerempet nama buku tersebut, kini di kampung-kampung banyak rumah-rumah kosong ditinggal penghuninya. Bukan karena akibat pergeseran tanah sebagaimana di Majalengka (Jabar), bukan pula karena...

WAYANG PARODI

BANJARAN DURNA (6)

BEGAWAN Durna ini ternyata sosok wayang yang tidak mudah puas, kecuali sekali pernah “dipuaskan” oleh kuda penjelmaan Dewi Wilutama. Kecuali kursus kanuragan yang digelar di padepokan kontrakannya, diam-diam juga melayani kursus memanah panggilan yang istilahnya: guru ke rumah. Secara finansial memang lebih menjanjikan. Datang...