China latgab dengan Skenario Ambil Alih Taiwan

China menggelar latgab "Misi Keadilan 2025" 29-30 Dec. dengan skenario merebut kembali Taiwan. Ilustrasi pesawat tempur genereasi ke-5 siluman China J-20 (Jurnal Patroli)

KOMANDO Wilayah Timur Tentara Pembebasan China (PLA) menggelar latihan dengan peluru tajam dengan sandi “Misi Keadilan 2025” selama sekitar 10 jam di sekitar wilayah Taiwan,  Selasa (30/12).

Reuters melaporkan, PLA mengerahkan kapal serbu amfibi baru, pesawat pengebom, dan kapal perang. Hari kedua latihan perang dilakukan persiapan blokade Taiwan. Latgab dimulai Senin (29/12) diikuti satuan ketiga matra (AD, AL da AU) dan satuan roket, menyasar lima titik lokasi di wilayah Taiwan.

Tak kurang dari 130 berbagai jenis pesawat, 22 kapal perang denga berbagai alutsista (roket, rudal dan bom) dilibatkan dalam simulasi menghadapi perang sesungguhnya itu.

Selain itu dalam skenario latihan, dilaporkan, satuan AL dan AU juga sedang menguji coba latihan terhadap target maritim dan udara, serta operasi anti-kapal selam di utara dan selatan Taiwan.

Momen latihan sendiri dlakukan selang 11 hari setelah AS mengumumkan paket persenjataan untuk Taiwan senilai 11,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 186 triliun.

Latihan terbesar

“Misi Keadilan” merupakan latihan terbesar China, berdasarkan cakupan total dan kedekatan jarak dengan Taiwan, dan penambahan dua zona target langsung oleh Administrasi Keselamatan Maritim China, Senin (29/12).

Seorang pejabat keamanan senior Taiwan mengatakan, pihaknya akan menyaksikan apakah China menembakkan rudal ke wilayahnya.

Menurut dia, Beijing tampaknya menggunakan latihan ini sebagai uji coba menyerang target berbasis darat, seperti sistem roket HIMARS (High Mobility Artilery Rocket System) buatan AS.

HIMARS merupakan sistem artileri yang sangat mobile dengan jangkauan sekitar 300 kilometer yang dapat menghantam target pesisir di China selatan.

China mengaku telah mengerahkan kapal perusak, pesawat pengebom, dan unit lainnya untuk melatih serangan berbasis laut, pertahanan udara, dan operasi anti-kapal selam pada Selasa.

Blokade Pelabhan Keelung

Simulasi blokade Pelabuhan Keelung yang vital di perairan dalam Taiwan dan Kaohsiung di sebelah selatan merupakan inti latgab tersebut.

Pekan lalu, Reuters juga merilis draf laporan Pentagon yang menyebutkan bahwa China berharap dapat memenangkan perang di Taiwan pada akhir 2027.

Tahun itu merupakan peringatan satu abad berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat, sebuah tonggak simbolis penting dalam upaya modernisasi Presiden Xi Jinping.

Menurut laporan itu, Beijing mempertimbangkan untuk melakukan serangan sejauh 1.500-2.000 mil laut dari China untuk merebut Taiwan, dengan kekuatan penuh

Sementara itu Kemenhan Taiwan mengatakan, 130 pesawat militer China, 22 kapal perang dan dan penjaga pantai telah beroperasi di sekitar wilayahnya dalam 24 jam hingga Selasa pukul 6 pagi.

Selain itu, sebanyak 90 pesawat juga melintasi Garis Median yang membagi Selat Taiwan. (Reuters/ns).

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here