DMC DD Gaungkan Kolaborasi Penanggulangan Bencana Berbasis Pemberdayaan di Rakornas BNPB 2023

0
158

JAKARTA – Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa sebagai lembaga yang berperan sebagai garda terdepan dalam upaya penanggulangan bencana di Indonesia turut hadir dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Rakornas PB) BNPB 2023 pada Kamis (2/3/23), di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.

Diketahui Rakornas BNPB 2023 mengusung tema “Penguatan Resiliensi Berkelanjutan dalam Menghadapi Bencana.” Tema ini diambil dalam rangka membangun kerangka sistem ketahanan bencana (disaster resilience) yang bersifat menyeluruh, yang didukung oleh kapasitas kelembagaan pemerintah, kemitraan lintas stakeholder, sistem data, ilmu dan teknologi, skema pembiayaan yang beragam, peran serta masyarakat dan kearifan lokal serta kolaborasi dengan komunitas global.

Acara Rakornas PB BNPB 2023 dibuka secara simbolis dengan pemukulan kentongan oleh Presiden Joko Widodo didampingi Menko Polhukam Mahfud MD, Menko PMK Muhadjir Effendy, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya identifikasi potensi bencana di setiap daerah. Orientasi pada pencegahan bencana harus diutamakan dan BNPB harus aktif mengajak aparat pemerintah untuk ketangguhan bencana.

“Apa yang ditakuti seluruh dunia? Yang mereka takuti adalah perubahan iklim. Indonesia menempati 3 teratas paling rawan bencana, naik 81% frekuensi bencana,” ujarnya.

Jokowi menyebut bahwa siaga dan waspada menjadi kunci utama dari penanggulangan bencana. Ada tahap pra bencana, tanggap bencana, dan pasca bencana. Tahap pra bencana jauh lebih penting daripada tanggap bencana. Selain itu, Jokowi juga menyoroti terkait peringatan dini bencana di Indonesia yang masih sering terlambat.

“Kita masih terlambat dalam pertama, peringatan dini, kedua mengedukasi masyarakat soal tanggap bencana dan menyiapkan skenario, ketiga tata ruang kontruksi. Dan yang lebih penting lagi adalah menyiapkan anggaran dan tentunya harus besar,” tegas Jokowi diiringi tepuk tangan audiens.

DMC Dompet Dhuafa juga turut hadir dalam acara ini sebagai bentuk kolaborasi dan komitmennya dalam melakukan penanggulangan bencana dengan semangat pemberdayaan.

“Dompet Dhuafa melalui DMC telah mencetak empat Kawasan Tanggap Tangguh Bencana (KTTB); Komunitas di Ciliwung, Desa Kaliurang, Wilayah Pacitan, dan Gunungkidul. Upaya ini merupakan tahapan berkelanjutan dari penanganan respons bencana yang dilakukan DMC Dompet Dhuafa,” terang Direktur Layanan Sosial Dakwah dan Budaya Dompet Dhuafa, Ahmad Shonhaji saat menghadiri Rakornas PB BNPB 2023.

“Harapannya masyarakat yang jadi penyintas bencana tidak hanya mendapatkan bantuan saat tanggap darurat saja, tetapi ada follow up yang berkelanjutan. Ini tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi baik dari pemerintah daerah, maupun juga lembaga filantropi, juga korporat. Ini yang menjadikan masyarakat tangguh dan tanggap terhadap bencana,” imbuhnya.

“Sebuah kehormatan bagi DMC Dompet Dhuafa mendapat kesempatan untuk bisa hadir di Rakornas PB BNPB 2023. Kami juga aktivasi booth donasi di event ADEXCO (Asia Disaster Management & Civil Protection Conference & Expo) yang berlangsung dua hari di JIEXPO,” tuturnya, dilansir dompetdhuafa.org.

Advertisement div class="td-visible-desktop">