Dompet Dhuafa Ajak Korban Gempa Lombok Berkebun untuk Hilangkan Stress

LOMBOK – Dompet Dhuafa mengajak para korban gempa Lombok untuk berkebun sebagai salah satu kegiatan untuk healing stress  di masa recovery bencana gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Bencana dapat menimbulkan stress dan jika tidak dikelola akan berakibat trauma berkepanjangan yang relatif lebih sulit  untuk ditangani,” ungkap Maya Sita, Koordinator Trauma Healing Dompet Dhuafa.

Untuk itu, lanjutnya, Dompet Dhuafa memberikan kegiatan positif berupa skill menanam sayuran bersama komunitas, karena kegiatan ini mampu membantu menurunkan stress.

Mamfaat lain,  kegiatan berkebun dapat meningkatkan kesehatan jiwa (Improves Mental Health), meningkatkan kesehatan emosi (Improves Emotional Health), juga sebagai pelepas stress (Stress Relief).

Selain berkebun bersama komunitas,  para korban gempa juga memperoleh dukungan satu sama lain yang dapat mempercepat stabilisasi emosi di antara mereka, sehingga hubungan kemasyarakatan pun menjadi lebih solid.

“Melihat tanaman tumbuh itu seperti sungguh membahagiakan karena bagai melihat harapan. Seperti setelah menghadapi bencana ternyata kami masih punya harapan untuk memiliki hidup yang lebih baik, tidak saja melulu memikirkan rumah yang hancur dan melihat puing-puing berserakan,” ungkap salah seorang korban gempa yang mengikuti kegiatan berkebun ini.

“Tanaman ditidurin kucing, dimakan ayam, kena banjir. Kami jadi sedih, tapi tidak apa sekarang bisa cepat ikhlas,  karena seperti tanaman tentunya yang sudah mati akan bisa tumbuh lagi,” tambahnya.

Sementara itu Maya Sita, Koordinator Program Trauma Healing Dompet Dhuafa mengatakan, dengan memasuki masa panen, telah menutup kegiatan berkebun bagi para korban.

“Hari ini masa panen,  sebelumnya sudah diajari cara menebar bibit, dan merawatnya. Dengan panen bersama, merupakan tanda penutupan kegiatan berkebun untuk healing stress bagi penyintas Lombok bersama  Dompet Dhuafa,” ungkapnya.

 

Advertisement