spot_img

Garuda Memapak Olimpiade Paris dan Piala Asia

SKUAD Garuda U-23 masih di jalur tepat menuju Olimpiade Paris 2024 dan menggapai puncak turnamen Piala Asia 2024 jika lolos ke final dalam laga di empat besar melawan Uzbekistan di stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Senin malam (29/4).

Timnas melaju ke semi final setelah menjadi runner-up grup A Piala Asia 2024 (kalah 0 -2 dari tuan rumah, Qatar, menang 1 – 0 lawan Australia, membantai Jordania 4 – 1  dan Korea Selatan (2 -2 ) 11-10.

Sebaliknya di grup D, Uzbekistan mendapat angka penuh 12 dari empat  pertandingan yang semua dimenangkannya  (menekuk Malaysia 2 – 0, menghancurkan Kuwait 5 – 0, membantai Vietnam  3- 0) dan menaklukkan Arab Saudi 2 – 0.

Prestasi lawan Garuda Muda yang dijuluki tim beruang putih itu di grup D juga bukan “keleng kaleng), memasukkan 12 gol tanpa kebobolan sekali pun.

Di ajang Piala Asia yang digelar sejak 1956, Uzbekistan juara pada 1018, ke-4 pada 2020 dan runner-up pada 2022, sebaliknya Indonesia yang sudah empat kali ikut babak 16 besar Piala Asia (2000, 2004, 2007 dan 2023) selalu kandas di babak penyisihan grup.

Selain sudah mengukir perjalanan panjang sejarah persepakbolaan Indonesia yakni lolos putara delapan besar, lalu masuk empat besar (semi final) Piala Asia, jika menang mlawan Uzbekistan malam ini, skuad Garuda akan memapak final, melawan pemenang laga antara tim Samurai Biru Jepang dan Iraq.

Yang perlu dicatat, dari keempat semi finalis Piala Asia, hanya Indonesia yang merupakan debutan, sementara Jepang peraih empat kali juara (1992, 2000, 2004, 2011) Arab Saudi tiga kali (1994, 1988, 1996), Iraq (2007) dan Uzbekistan (2018) masing-masing sekali.

Prestasi lain yang bakal dipecahkan skuad Garuda adalah lolos ke final sepakbola (16 besar) di Olimpiade Musim Panas Paris 2024, cukup  jika menang lawan Uzbekistan (meraih juara ke-3) Piala Asia 2024, atau jika kalah pun masih berpeluang, jika menang dalam laga play-off melawan Guinea, juara ke-3 zona Afrika.

PSSI baru sekali mengikuti olimpiade pada 1956 atau 68 tahun lalu, itu pun hanya karena menggantikan Taiwan yang mengundurkan diri. Baru di Piala Asia 2024, timnas merangkak mulai dari babak penyisihan, mudah-mudahan sampai ke puncaknya!

Bahkan timnas Garuda Muda asuhan pelatih Shin Tae-yong itu, bukan hal mustahil untuk melakukan lompatan besar menjadi raksasa bola se-Asia jika setelah menekuk Uzbekistan malam ini (mudah-mudahan), menang lagi di final melawan Jepang atau Irak.

Laga malam nanti, tidak mudah memang, walau para pengamat di dalam dan di luar negeri mengakui kemajuan luar biasa timnas Indonesia dalam turnamen Piala Asia kali ini yang secara meyakikan menang melawan Jordania, Australia dan Korsel.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak memprediksi, Uzbekistan merupakan penantang paling kuat yang bakal menyulitkan para penggawa Garuda Muda di semifinal. “Saya rasa mereka lebih baik dari Korsel, “ ujar Hodak mengingatkan.

Tidak ada waktu lagi bagi timnas Garuda untuk berfikir macam-macam, selain harus fokus pada laga melawan Uzbekistan malam ini.

Ayo, bagkit dan terbanglah Garuda setinggi-tingginya, seluruh rakyat Indonesia bersamamu!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles