Gunung Marapi Status Siaga Darurat, Pemkab Agam Siapkan Posko dan Jalur Evakuasi

Penampakan lontaran batu api dari hasil dokumentasi relawan Siaga Marapi Sumatra Barat, Sabtu (13/1/2024). (Foto: BPBD Agam)

BUKITTINGGI – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatra Barat, menetapkan status siaga darurat untuk Gunung Marapi setelah rapat bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instansi terkait di Mes Pemda Agam, Bukittinggi, Jumat (8/11/2024).

“Status siaga darurat Marapi ditetapkan hari ini hingga empat pekan ke depan. Kami akan dirikan posko darurat,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Agam Budi Perwira Negara di Bukittinggi, Jumat

Tiga posko darurat akan didirikan di Jorong Batang Salasiah Kecamatan Canduang, Jorong Limo Kampuang, dan Kantor Camat Sungai Puar di Kabupaten Agam. BPBD juga telah mulai melakukan sosialisasi mitigasi bencana kepada warga setempat.

“Kita juga sudah mulai melaksanakan sosialisasi bertingkat dari tingkat nagari, kecamatan hingga pemerintah daerah,” ujarnya.

Langkah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.

Sebagai langkah pencegahan, BPBD Agam telah memasang papan imbauan di sejumlah titik rawan yang berisi informasi jalur evakuasi.

“Pada hari ini kita akan melakukan pemasangan imbauan-imbauan untuk langkah mitigasi dan jalur evakuasi yang dapat digunakan,” tuturnya.

Dalam hal prosedur evakuasi, BPBD akan mengikuti arahan dari PVMBG untuk menentukan waktu evakuasi warga jika situasi memburuk.

“Kita menunggu rekomendasi dari PVMBG terkait pelaksanaan evakuasi, jadi aba-aba dari PVMBG,” ucapnya.

Ahli Utama BNPB, Harmensyah, yang hadir dari Jakarta, menyatakan bahwa BNPB akan segera berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait status siaga Gunung Marapi.

“Kami datang dari Jakarta langsung rapat, utamanya menyikapi dari PVMBG terkait kenaikan status Gunung Marapi menjadi siaga darurat,” ujarnya.

Ia juga mengonfirmasi kesiapan fasilitas tanggap darurat di lokasi.

“Kami memastikan posko sudah didirikan, sudah ditunjuk incident commander-nya (IC) sudah dilaksanakan rapat dengan struktur di posko masing-masing,” katanya.

Pemkab Agam telah mengaktifkan posko dan merencanakan berbagai skenario penyelamatan sebagai antisipasi kemungkinan terburuk.

“Dalam dua hari ini. Pemkab Agam sudah melakukan aktivasi dan koordinasi di posko dan membuat skenario terjelek terkait penyelamatan warga,” pungkasnya.

Kondisi aktifnya kembali Gunung Marapi menjadi perhatian BNPB dan instansi terkait untuk memastikan keamanan warga di wilayah rawan bencana.

Koordinasi antara BNPB, BPBD Agam, PVMBG, dan pihak terkait terus diperkuat agar semua langkah antisipasi sesuai prosedur, dan masyarakat dapat dievakuasi jika diperlukan.

Peningkatan status Gunung Marapi ke level siaga ini menjadi peringatan bagi masyarakat sekitar untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

BNPB dan BPBD berharap sosialisasi mitigasi ini dipahami dengan baik oleh masyarakat agar risiko dapat diminimalkan jika aktivitas gunung berapi meningkat.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here