Heboh Sinkhole di Sumbar, Kini Terisi Air

Sinkhole di Sumbar (Foto: Antara)

JAKARTA, KBKNews.id – Fenomena alam berupa lubang amblas atau sinkhole dilaporkan muncul secara mendadak di salah satu kawasan pemukiman di Sumatra Barat sejak Minggu (4/1/2026). Lubang itu kini terisi air.

Lubang ini memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga setempat. Lubang yang muncul setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam ini memiliki diameter yang terus meluas, menelan sebagian akses jalan desa dan mengancam fondasi bangunan di sekitarnya.

Warga melaporkan sempat mendengar suara dentuman keras sebelum tanah perlahan runtuh ke dalam perut bumi.

Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan sterilisasi area guna menghindari jatuhnya korban jiwa. Garis polisi telah dipasang dalam radius aman, mengingat struktur tanah di sekitar bibir lubang terpantau masih sangat labil dan rawan longsor susulan.

Pihak berwenang mengimbau warga yang tinggal dalam jarak dekat untuk segera mengungsi sementara ke tempat yang lebih stabil sebagai langkah preventif.

Menurut pengamatan awal para ahli geologi di lapangan, munculnya sinkhole ini diduga kuat berkaitan dengan kondisi formasi batuan kapur atau karst yang mendominasi struktur bawah tanah di wilayah tersebut.

Air hujan yang meresap dalam volume besar dalam waktu singkat disinyalir telah mengikis lapisan batu gamping, menciptakan rongga-rongga kosong yang pada akhirnya tidak mampu lagi menahan beban material di atasnya. Tekanan air yang tinggi mempercepat proses pelarutan batuan hingga menyebabkan keruntuhan mendadak.

Pemerintah daerah setempat kini tengah berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk melakukan pemindaian mendalam menggunakan teknologi Ground Penetrating Radar (GPR). Langkah ini sangat krusial untuk memetakan apakah terdapat lorong-lorong bawah tanah lain yang berpotensi amblas di titik berbeda.

Investigasi teknis ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai tingkat risiko yang dihadapi oleh pemukiman tersebut di masa depan.

Dampak dari kejadian ini tidak hanya dirasakan secara psikologis oleh masyarakat, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi warga karena akses jalan utama yang terputus total. Beberapa kendaraan logistik terpaksa memutar arah melalui rute alternatif yang lebih jauh, yang mengakibatkan keterlambatan pasokan kebutuhan pokok ke desa-desa tetangga.

Warga berharap pemerintah dapat segera memberikan solusi jangka pendek, terutama terkait pemulihan akses transportasi yang vital.

Keadaan di lokasi masih terus dipantau secara ketat selama 24 jam oleh relawan dan petugas gabungan.

Rencananya, setelah survei geologi selesai dilakukan, pemerintah akan memulai proses penutupan lubang dengan teknik pengisian material khusus agar stabilitas tanah kembali terjaga. Namun, proses ini diperkirakan akan memakan waktu yang cukup lama tergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan alat berat. Warga diminta untuk tetap waspada terhadap tanda-tanda retakan baru pada dinding atau tanah di sekitar tempat tinggal mereka selama masa pemulihan ini berlangsung.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here